Navaswara.com – Power bank sudah menjadi perlengkapan yang hampir selalu ada di dalam tas. Mulai dari pekerja kantoran, mahasiswa, hingga orang yang gemar bepergian mengandalkannya agar ponsel tetap menyala saat aktivitas padat.
Kebutuhan itu membuat pilihan power bank di pasaran semakin beragam. Kapasitas besar, pengisian cepat, hingga harga yang sangat terjangkau menjadi daya tarik yang mudah memikat calon pembeli.
Di sisi lain, kasus power bank yang tiba-tiba menggembung, cepat panas, bahkan terbakar masih sesekali terjadi. Kondisi tersebut mengingatkan bahwa perangkat penyimpan daya ini juga membutuhkan perhatian saat dipilih dan digunakan.
Meski begitu, banyak orang masih menentukan pilihan hanya dari kapasitas mAh yang besar. Padahal, angka tersebut belum cukup untuk menggambarkan kualitas maupun tingkat keamanannya. Ada sejumlah hal lain yang justru lebih penting diperhatikan sebelum membeli power bank.
1. Pastikan Sertifikasi SNI Bisa Diverifikasi
Power bank berbasis baterai litium yang beredar di Indonesia wajib memenuhi standar keselamatan SNI 8785:2019. Standar yang diterbitkan Badan Standardisasi Nasional (BSN) ini mengatur berbagai persyaratan keamanan, termasuk batas energi hingga 160 Wh untuk penggunaan umum.
Jangan langsung percaya hanya karena ada logo SNI pada kemasan. Logo tersebut dapat dipalsukan. Agar lebih yakin, periksa nomor sertifikat produk melalui situs resmi BSN atau lembaga sertifikasi (LSPro) yang menerbitkannya.
Kalau sering bepergian dengan pesawat, perhatikan juga angka watt-hour (Wh). Berdasarkan ketentuan Kementerian Perhubungan, power bank dengan kapasitas hingga 100 Wh dapat dibawa ke kabin tanpa persetujuan khusus. Kapasitas di atas itu hingga 160 Wh umumnya memerlukan persetujuan maskapai. Produk yang tidak mencantumkan nilai Wh juga layak dipertanyakan karena informasi yang diberikan kurang lengkap.
2. Kapasitas di Kemasan Tidak Sama dengan Daya yang Dipakai
Banyak orang mengira power bank 10.000 mAh mampu mengisi daya ponsel sebesar 10.000 mAh. Kenyataannya tidak demikian.
Angka mAh pada kemasan menunjukkan kapasitas sel baterai pada tegangan 3,7 volt. Saat mengisi daya ponsel, listrik diubah menjadi 5 volt sehingga sebagian energi hilang dalam proses konversi. Efisiensi rangkaian elektronik umumnya berada di kisaran 80 hingga 90 persen.
Artinya, power bank berkapasitas 10.000 mAh biasanya hanya mampu menyalurkan sekitar 6.000 hingga 7.000 mAh ke perangkat. Produk dengan kualitas rendah bahkan kerap mencantumkan kapasitas yang jauh lebih besar daripada kemampuan sebenarnya.
3.Sistem Proteksi Lebih Penting daripada Kapasitas
Komponen yang paling berperan menjaga keamanan justru berada di dalam power bank, yaitu battery management system (BMS). Sistem ini bertugas melindungi baterai dari pengisian daya berlebih, arus berlebih, korsleting, maupun suhu yang terlalu tinggi.
Pada produk murah tanpa merek yang jelas, komponen ini sering kali dibuat dengan kualitas rendah untuk menekan biaya produksi. Karena itu, luangkan waktu membaca ulasan pengguna. Keluhan seperti bodi cepat panas atau baterai menggembung dapat menjadi tanda bahwa kualitas sistem pengamannya kurang baik.
4. Pilih Daya Pengisian yang Sesuai dengan Perangkat
Daya pengisian yang besar juga belum tentu menjadi pilihan terbaik. Pastikan power bank mendukung protokol pengisian cepat yang sesuai dengan ponsel, misalnya USB Power Delivery (PD) atau Quick Charge (QC).
Kalau protokolnya tidak cocok, proses pengisian bisa kurang optimal dan membuat komponen bekerja lebih berat dalam jangka panjang.
5. Perhatikan Bobot dan Material Casing
Bobot power bank juga bisa menjadi petunjuk awal. Produk yang mengklaim memiliki kapasitas besar tetapi terasa terlalu ringan patut dicurigai karena sel baterai berkualitas memiliki berat tertentu.
Selain itu, casing berbahan tahan api memberikan perlindungan tambahan apabila terjadi gangguan pada komponen di dalamnya.
Sebelum membeli, jangan hanya terpaku pada angka mAh. Sertifikasi yang dapat diverifikasi, sistem proteksi yang jelas, informasi spesifikasi yang lengkap, serta kualitas material jauh lebih menentukan apakah sebuah power bank aman digunakan setiap hari.

