N’Golo Kanté Menutup Perjalanan di Piala Dunia Tanpa Kesempatan Bermain

Navaswara.com – Piala Dunia 2026 menjadi penutup perjalanan N’Golo Kanté bersama tim nasional Prancis dengan cara yang tidak pernah dibayangkan banyak penggemar.

Gelandang senior yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai mesin pemutus serangan lawan itu sama sekali tidak mendapatkan kesempatan bermain, meski masuk dalam skuad Les Bleus.

Hingga Prancis harus mengakhiri turnamen setelah tersingkir dari Spanyol di babak semifinal, kemudian menelan kekalahan dari Inggris dalam perebutan posisi ketiga, Kanté tetap menjadi penonton dari bangku cadangan.

Keputusan pelatih Didier Deschamps memicu tanda tanya besar di kalangan pendukung Prancis. Pasalnya, Kanté berada dalam kondisi siap bermain dan beberapa kali masuk daftar pemain cadangan.

Namun, sang pelatih lebih memilih opsi lain di lini tengah sepanjang turnamen. Situasi tersebut terasa semakin berat mengingat Piala Dunia 2026 diyakini menjadi penampilan terakhir pemain berusia 35 tahun itu di ajang ini.

Nasib yang dialami Kanté berbanding terbalik dengan kontribusinya selama membela Prancis. Ia merupakan salah satu pilar penting saat Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia.

Kala itu, kemampuan membaca permainan, merebut bola, dan menutup ruang lawan membuatnya menjadi fondasi keseimbangan tim. Kanté tampil di seluruh pertandingan Prancis selama turnamen dan menjadi sosok yang apik meski tanpa banyak sorotan. Ia memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan tim mengangkat trofi juara dunia.

Karier internasionalnya juga dipenuhi berbagai pencapaian. Setelah menjalani debut pada 2016, Kanté berkembang menjadi gelandang bertahan terbaik di dunia.

Ia membantu Prancis menembus final Euro 2016, menjuarai UEFA Nations League 2021, dan kembali menunjukkan kualitasnya ketika tampil impresif di Euro 2024. Dalam turnamen tersebut, ia bahkan meraih penghargaan pemain terbaik pertandingan secara beruntun pada dua laga awal.

Di level klub, Kanté juga membangun reputasi yang luar biasa. Bersama Leicester City, ia menjadi bagian penting saat timnya menjuarai Liga Inggris musim 2015/2016.

Setelah pindah ke Chelsea, ia kembali mengawal klubnya meraih gelar Liga Inggris, Liga Europa, Liga Champions, hingga Piala Dunia Antarklub. Gaya bermainnya yang sederhana dan rendah hati membuatnya dihormati oleh rekan maupun lawan di lapangan.

Oleh karena itu, berakhirnya perjalanan Kanté di Piala Dunia tanpa satu menit bermain meninggalkan rasa pahit bagi banyak pencinta sepak bola. Sosok yang pernah menjadi jantung permainan Prancis ini harus menutup kisahnya hanya sebagai penghuni bangku cadangan.

Meski demikian, warisan yang ditinggalkannya tidak akan diukur dari akhir yang sunyi di Amerika Utara. Para pendukungnya akan selalu mengenang dedikasi, konsistensi, dan pengaruh besarnya selama lebih dari satu dekade mengenakan seragam Les Bleus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *