Janice Tjioe Perkenalkan Atelier Interior yang Menyatu dengan Gaya Hidup Urban

Navaswaracom – Ruang tinggal semakin dipahami sebagai bagian dari keseharian yang membentuk suasana hati dan cara hidup. Rumah menjadi tempat untuk berhenti sejenak, merawat diri, sekaligus mengekspresikan selera secara jujur. Dari perubahan cara pandang inilah desain interior mulai hadir lebih dekat dengan pengalaman personal, tidak lagi eksklusif untuk proyek tertutup.

Semakin banyak desainer interior membuka proses kreatif mereka ke publik melalui ruang yang dapat dikunjungi dan dialami secara langsung. Langkah tersebut diwujudkan Janice Tjioe lewat peluncuran Janice Tjioe Atelier di kawasan Kemang Timur, Jakarta. Atelier ini dirancang sebagai titik temu antara ide, material, dan gaya hidup, menghadirkan suasana yang terasa personal sekaligus relevan dengan kebutuhan masa kini. Pengunjung diajak mengenal cara kerja desain yang selama ini menjadi karakter khas studionya.

Beragam in-house collection ditampilkan untuk memberi gambaran utuh arah desain Janice Tjioe Interiors. Salah satunya HAAS, label furnitur yang dihadirkan secara selektif melalui barstool. Kehadirannya memberi sentuhan fungsional dengan kekuatan visual yang halus namun tegas, menyatu dengan karakter ruang secara natural.

Pada ruang yang sama, Jean & Hahn Home kembali diperkenalkan. Jenama home and living ini sebelumnya telah hadir lewat sejumlah kolaborasi, termasuk bersama Forme. Kini, fokus diarahkan pada lini aromatik, seperti home diffuser dan perfumed candles, menghadirkan lapisan pengalaman yang mengajak indera bekerja lebih jauh dari sekadar tampilan.

Kolaborasi lain hadir melalui Maison Sava by Alphabirama yang menyumbang berbagai elemen dekoratif. Detail-detail ini memperkaya suasana ruang tanpa terasa ramai, memperlihatkan dialog kreatif antar jenama yang tetap seirama dengan karakter utama atelier.

Area living room ditata dengan kehadiran Maradi serta produk kolaborasi Janice Tjioe bersama Grandome. Penataan ini menghadirkan atmosfer yang hangat dan kasual, memperlihatkan bagaimana berbagai elemen dapat berdampingan dan membentuk ruang yang terasa akrab serta mudah dinikmati.

Janice Tjioe menyebut atelier ini sebagai ruang untuk mendekatkan desain dengan keseharian. “Kualitas craftsmanship tetap menjadi fondasi utama, dan kami mengemasnya dalam konsep affordable luxury agar selaras dengan gaya hidup masa kini,” ujar Janice.

Sejak mendirikan studionya pada 2017, Janice dikenal lewat desain yang menjaga keseimbangan antara estetika dan kenyamanan. Warna, tekstur, dan detail digunakan secara cermat untuk membentuk ruang yang terasa elegan sekaligus nyaman untuk dihuni.

Bangunan Janice Tjioe Atelier terdiri atas dua lantai. Lantai dasar berfungsi sebagai showroom dan area eksplorasi, sementara lantai dua menjadi kantor pusat Janice Tjioe Interiors. Alur ruang ditata agar karakter desain studio dapat dirasakan sejak langkah pertama memasuki area.

Atelier ini membuka cara pandang baru terhadap desain interior sebagai pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebuah ruang yang mengajak pengunjung merasakan hubungan antara fungsi, rasa, dan gaya hidup secara utuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *