Tren Pembayaran Digital Bentuk Pola Belanja Masyarakat Indonesia

Navaswara.com – Kepercayaan diri masyarakat Indonesia untuk bepergian semakin meningkat, seiring tuntutan terhadap pembayaran digital yang praktis dan minat pada pengalaman liburan yang lebih berkelas. Kombinasi ini diperkirakan akan membentuk pola belanja masyarakat di dalam maupun luar negeri sepanjang 2026.

Visa merilis pandangan lima tren utama yang akan memengaruhi perilaku pembayaran dan perjalanan orang Indonesia pada tahun depan. Temuan ini dirangkum dalam laporan terbaru Visa Green Shoots Radar yang memotret perubahan kebiasaan konsumen di tengah mobilitas yang kian luas, termasuk perjalanan ke destinasi regional dan jarak jauh.

Dompet digital kini berada di garis depan transaksi harian. Rata-rata masyarakat Indonesia menggunakan tiga aplikasi dompet digital sekaligus, menandakan pergeseran nyata dari pembayaran tunai ke metode nonkontak. Kebutuhan akan kecepatan dan kemudahan mendorong konsumen menjadikan pembayaran digital sebagai pilihan utama dalam berbagai situasi, dari belanja kecil hingga transaksi rutin.

Di ranah belanja online, social commerce menunjukkan pengaruh kuat. Indonesia tercatat memimpin Asia Tenggara dalam e-commerce berbasis mobile. Sebanyak 86 persen konsumen menggunakan aplikasi belanja, sementara hampir separuhnya melakukan transaksi langsung melalui platform media sosial. Aktivitas belanja tidak lagi terpisah dari ruang interaksi digital sehari-hari.

Perubahan ini juga dipacu oleh generasi muda. Gen Z menunjukkan orientasi finansial yang berbeda, dengan lebih dari separuh responden berencana membangun usaha atau pekerjaan sampingan. Mereka terbiasa menggunakan dompet digital dan QR code, serta mengharapkan solusi pembayaran yang dapat diterima lintas negara ketika bepergian.

Media sosial turut memegang peran dalam keputusan keuangan. Rekomendasi komunitas digital dan influencer kini menjadi rujukan utama, melampaui konsultan keuangan konvensional. Pengaruh ini terlihat pada cara konsumen memilih metode pembayaran hingga merancang pengalaman perjalanan.

Di sisi lain, permintaan terhadap pengalaman perjalanan premium terus tumbuh. Wisatawan Indonesia menginginkan solusi pembayaran yang dapat digunakan luas, dari bandara, transportasi umum, hingga restoran dan destinasi wisata. Kartu kredit masih dipilih untuk transaksi bernilai besar seperti akomodasi dan tiket pesawat, sementara uang tunai dan kartu debit digunakan untuk kebutuhan harian. Sekitar 30 persen pelancong Indonesia tercatat menggunakan kartu multi-mata uang dalam perjalanan luar negeri terakhir mereka.

“Orang Indonesia kini bepergian dengan lebih percaya diri, dan mereka mengharapkan tingkat kenyamanan dan keamanan yang sama di luar negeri seperti yang mereka rasakan di dalam negeri,” ujar Vira Widiyasari, Country Manager Visa Indonesia. Ia menambahkan bahwa penguatan ekosistem pembayaran digital menjadi bagian dari dukungan terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi lintas negara.

Laporan ini menunjukkan bahwa pembayaran digital tidak lagi sekadar alat transaksi, melainkan bagian dari pengalaman perjalanan dan gaya belanja masyarakat Indonesia yang semakin terhubung secara global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *