Navaswara.com ― Gaya hidup terus bergerak mengikuti cara pandang yang berubah. Belanja, perjalanan, dan rutinitas harian kini turut dipertimbangkan apakah ada dampaknya bagi orang lain. Kesadaran tersebut membuka ruang bagi inisiatif yang menghubungkan pilihan personal dengan kepedulian sosial.
Dari titik inilah TOMS Indonesia memperkenalkan kampanye Purchase with Purpose. Kampanye ini hadir sebagai ajakan memaknai pembelian sebagai bagian dari kontribusi yang lebih luas. TOMS berupaya menghadirkan dampak yang dapat dirasakan secara nyata.
Dalam kampanye ini, TOMS menggandeng kreator konten travel Febrian melalui gerakan Berjalan Sambil Berbagi. Kolaborasi tersebut menandai kembalinya semangat One for One yang sejak awal menjadi identitas TOMS. Kini, semangat tersebut berkembang dengan fokus pada kesehatan mental, kesejahteraan, dan pendidikan anak-anak.
Kolaborasi ini berangkat dari pengalaman Febrian saat berinteraksi dengan anak-anak di Pulau Moyo. Ia melihat bagaimana keterbatasan akses informasi membentuk cara anak-anak memandang masa depan mereka.
“Saya tanya anak-anak di sana, ‘Nanti kalau sudah besar mau jadi apa?’ Tapi ada satu anak yang jawabannya unik, dia ingin jadi pegawai minimarket karena itu yang paling keren yang dia lihat di depan matanya. Kita tidak bisa menyalahkan anak itu, karena memang itulah yang dia lihat,” tuturnya.

Dari perjumpaan tersebut, muncul kegelisahan bahwa mimpi membutuhkan ruang untuk tumbuh. Ia melanjutkan, “Dari sana saya melihat bahwa hal seperti ini masih banyak sekali terjadi di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Saya merasa harus membuat sesuatu yang bisa membuat anak-anak ini setidaknya berani bermimpi jauh lebih besar.” Dari perjumpaan tersebut, muncul kegelisahan bahwa mimpi membutuhkan ruang untuk tumbuh
“Saya sering mendengar bahwa jika kita ingin mengubah sesuatu, maka jadilah perubahan itu sendiri (Be the change),” tegasnya.
Sebagai respons nyata, setiap pembelian produk TOMS dalam program Purchase with Purpose akan disertai donasi sebesar Rp50.000. Donasi ini dialokasikan khusus untuk pengadaan buku bacaan di perpustakaan sekolah yang masih minim koleksi melalui Yayasan Peduli Anak di Lombok. Akses terhadap buku dipandang sebagai langkah awal untuk membuka kemungkinan yang lebih luas.
“Buku adalah jendela dunia. Anak-anak perlu melihat bahwa dunia mereka tidak berhenti di tempat mereka lahir, sehingga keberanian untuk bermimpi dapat tumbuh,” ungkap Febrian. Ia menilai literasi berperan penting dalam membangun rasa percaya diri dan harapan. Tanpa dukungan tersebut, banyak potensi yang sulit berkembang.
Komitmen ini sejalan dengan nilai yang dipegang TOMS secara global. Meghan Umali, Regional Brand Manager TOMS, menyampaikan bahwa setiap langkah yang diambil brand ini selalu berangkat dari kepedulian. “Di TOMS, kami percaya setiap pembelian membawa makna. Hari ini memperlihatkan bahwa langkah-langkah kecil, ketika dijalani bersama, dapat mengarah pada tujuan yang lebih besar,” ujar Meghan.

Di Indonesia, kampanye ini diterjemahkan melalui fokus pada isu anak-anak. Herlianne Silomba, Brand Manager TOMS Indonesia, menjelaskan bahwa Purchase with Purpose dirancang sebagai ajakan kolektif yang tumbuh dari pilihan sehari-hari. Hal yang senada disampaikan Putri Savana, Marketing Executive TOMS Indonesia, menambahkan bahwa konsistensi menjadi kunci agar kontribusi yang diberikan benar-benar dirasakan oleh komunitas.
Kampanye Purchase with Purpose di Indonesia berlangsung dari Desember 2025 hingga Februari 2026. Ke depan, TOMS Global menargetkan perluasan dampak sosial dengan menjangkau 10.000 anak pada 2026. Melalui langkah ini, TOMS mengajak kita melihat gaya hidup sebagai ruang empati yang ikut membentuk masa depan anak-anak Indonesia.

