Dari Gerbang Negara ke Motor Pembangunan: 76 Tahun Pengabdian Imigrasi

Navaswara.com – Lebih dari sekadar institusi layanan, Imigrasi merupakan wajah negara yang pertama dan terakhir dilihat dunia. Selama 76 tahun pengabdian, Imigrasi Indonesia terus berkomitmen menjaga kedaulatan, melayani masyarakat, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 yang digelar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) pada Senin (26/1) di Kampus Politeknik Pengayoman, Tangerang.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyatakan bahwa Hari Bakti Imigrasi bukan sekadar peringatan ulang tahun institusi, melainkan momentum refleksi atas pengabdian insan imigrasi kepada bangsa dan negara.

“76 tahun lalu, tepatnya 26 Januari 1950, Pemerintah Hindia-Belanda menyerahkan kedaulatan keimigrasian sepenuhnya kepada Pemerintah Indonesia dengan terbentuknya Djawatan Imigrasi. Hari ini kita mengenangnya sebagai simbol perjuangan dan dedikasi insan imigrasi,” ujar Menteri Agus.

Mengusung tema “Imigrasi Berbakti Indonesia Maju”, Menteri Agus mengajak seluruh jajaran untuk kembali memaknai catur fungsi keimigrasian, yakni pelayanan, penegakan hukum, keamanan negara, serta fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Keimigrasian.

Ia menegaskan, peran Direktorat Jenderal Imigrasi tidak hanya sebagai penjaga pintu perbatasan, tetapi juga sebagai garda terdepan kedaulatan dan motor penggerak ekonomi nasional.

Sepanjang 2025, sebagai tahun pertama pascatransformasi organisasi, kinerja Ditjen Imigrasi mencatat capaian 101,67 persen. Dari sisi penerimaan negara, PNBP keimigrasian mencapai Rp10,45 triliun atau meningkat 16,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya, jauh melampaui target pemerintah sebesar Rp6,55 triliun.

Berbagai terobosan turut dilakukan, mulai dari pembentukan 18 Kantor Imigrasi baru, penerapan paspor elektronik secara penuh, integrasi pelaporan kedatangan melalui aplikasi All Indonesia, hingga penguatan investasi melalui kebijakan Golden Visa dengan nilai mencapai Rp48,29 triliun.

Selain itu, layanan publik juga diperkuat melalui Makkah Route dan Imigrasi Seamless Process, serta pengawasan yang lebih ketat lewat Operasi Wira Waspada dan pembentukan satuan tugas patroli imigrasi di wilayah strategis.

Menghadapi tantangan ke depan seperti kejahatan transnasional, ancaman siber, dan perdagangan orang, Menteri Agus menekankan pentingnya transformasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor.

“Kunci keberhasilan bukan pada siapa yang paling hebat, melainkan pada kesadaran untuk bekerja bersama, saling mendukung, dan berkolaborasi. Dengan kewenangan yang diamanahkan, kita harus hadir memberi solusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Menteri Imipas mengajak seluruh jajaran untuk memastikan setiap program memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *