Navaswara.com – Penurunan pendengaran yang terjadi tiba-tiba sering dianggap sepele. Banyak orang mengira telinga hanya sedang tersumbat atau kelelahan. Padahal dalam kondisi tertentu, perubahan ini bisa menjadi tanda darurat medis yang perlu respons cepat.
Gangguan pendengaran mendadak atau Sudden Sensorineural Hearing Loss merupakan kondisi ketika kemampuan mendengar menurun drastis dalam waktu singkat. Perubahannya bisa terasa saat bangun tidur, saat menelepon, atau ketika satu telinga terasa berbeda dari biasanya. Dalam banyak kasus, kondisi ini menyerang satu telinga dan berkembang hanya dalam hitungan jam hingga beberapa hari.
Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, gangguan ini terjadi ketika pendengaran berkurang cukup signifikan dalam waktu kurang dari tiga hari. Penurunan ini bukan disebabkan oleh kotoran telinga atau infeksi ringan, melainkan gangguan pada saraf pendengaran di telinga dalam.
Tanda yang Sering Muncul
Gejala gangguan pendengaran mendadak tidak selalu sama pada setiap orang. Namun ada beberapa tanda yang cukup sering dirasakan dan patut diwaspadai sejak awal.
Hilangnya pendengaran secara tiba-tiba menjadi keluhan utama. Beberapa orang menggambarkannya seperti suara mendadak mengecil atau telinga terasa kosong. Denging di telinga atau tinnitus juga kerap muncul dan dialami oleh sebagian besar penderita. Selain itu, pusing berputar atau vertigo bisa menyertai, terutama jika sistem keseimbangan ikut terganggu. Rasa penuh di telinga juga sering muncul meski tidak ada sumbatan yang terlihat.
Dokter spesialis THT dari Georgetown University Medical Center, Dr. Michael Hoa, menyebut gangguan pendengaran mendadak sebagai kondisi yang memerlukan evaluasi segera. Penanganan yang terlambat berisiko menyebabkan gangguan pendengaran menetap.
Sejumlah penelitian menunjukkan peluang pemulihan lebih besar bila terapi dimulai sedini mungkin. Rentang waktu dua minggu pertama menjadi periode penting, dengan hasil terbaik ketika penanganan dilakukan dalam 72 jam sejak gejala muncul. Pada fase ini, pendengaran masih memiliki peluang untuk kembali sebagian atau bahkan sepenuhnya.
Apa yang Bisa Menjadi Pemicu
Tidak semua kasus memiliki penyebab yang jelas. American Academy of Otolaryngology Head and Neck Surgery mencatat hanya sebagian kecil kasus yang dapat ditelusuri secara pasti. Meski begitu, beberapa faktor sering dikaitkan dengan kondisi ini.
Infeksi virus dapat memengaruhi saraf pendengaran. Gangguan aliran darah ke telinga dalam juga menjadi salah satu dugaan. Pada sebagian kasus, penyakit autoimun, benturan di kepala, efek samping obat tertentu, hingga gangguan telinga dalam seperti penyakit Meniere turut berperan.
Untuk memastikan diagnosis, dokter THT akan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Tes pendengaran menjadi langkah utama untuk melihat seberapa besar penurunan yang terjadi. Pemeriksaan fisik telinga dan saraf juga dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lain.
Pada kondisi tertentu, pemeriksaan lanjutan seperti MRI diperlukan guna memastikan tidak ada gangguan struktural seperti tumor. Tes darah bisa ditambahkan jika dokter mencurigai infeksi atau masalah sistem imun.

Cara Penanganan yang Umum Dilakukan
Terapi utama gangguan pendengaran mendadak menggunakan kortikosteroid. Obat ini membantu meredakan peradangan dan memberi kesempatan saraf pendengaran untuk pulih. Kortikosteroid bisa diberikan secara oral atau melalui injeksi langsung ke telinga tengah, tergantung kondisi pasien.
Panduan klinis menyarankan terapi dimulai secepat mungkin. Jika respons terhadap obat oral kurang optimal, metode injeksi bisa menjadi alternatif. Penanganan tambahan akan disesuaikan dengan dugaan penyebab yang mendasari.
Hasil pemulihan berbeda pada setiap orang. Sebagian bisa kembali mendengar dengan baik, sebagian lainnya mengalami perbaikan terbatas, dan ada pula yang tidak menunjukkan perubahan berarti. Kecepatan penanganan menjadi salah satu faktor paling menentukan.
Meski tidak semua kasus dapat dihindari, risiko dapat ditekan dengan menjaga kesehatan telinga. Menghindari paparan suara terlalu keras, tidak mengonsumsi obat tertentu tanpa pengawasan medis, serta mengelola kondisi kesehatan seperti diabetes dan tekanan darah tinggi menjadi langkah penting.
Setiap perubahan pendengaran yang terjadi secara mendadak patut ditanggapi serius. Bila satu telinga terasa berbeda, mendadak berdenging, atau pendengaran menurun tanpa sebab jelas, segera periksakan diri ke dokter THT.
Menunggu dengan harapan kondisi membaik sendiri bisa mengurangi peluang pemulihan. Pada gangguan pendengaran mendadak, waktu memegang peranan besar dalam menjaga fungsi pendengaran tetap optimal.
