Navaswara.com — Penyanyi dan penulis lagu Amanda Caesa tengah bersiap membuka babak baru dalam perjalanan bermusiknya dengan menampilkan sisi diri yang lebih autentik.
Melalui perpaduan musik dan seni visual, Amanda ingin menyampaikan cerita, perasaan, serta perspektif personal yang selama ini belum sepenuhnya ia ungkapkan.
Ketertarikannya terhadap seni sebenarnya tumbuh sejak kecil. Mulai dari musik, menggambar, melukis, merajut, hingga pottery.
Ia mengenal musik melalui les piano dan vokal, sebelum akhirnya belajar gitar secara otodidak. Minat tersebut kemudian berkembang menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya sebagai musisi.
Lagu berjudul “Even If You Aren’t There For Me” yang dirilis pada 2019 lalu menjadi titik awal Amanda sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu.
Seiring waktu, ia juga mulai melibatkan diri dalam penggarapan elemen visual, termasuk artwork dan materi promosi untuk memperkuat identitas musiknya.
Amanda mengaku jika dahulu, ia kerap diliputi keraguan terhadap kemampuan sendiri. Namun, pengalaman berkarya membuatnya semakin berani menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan kreatif.
“Seiring berjalannya waktu aku belajar untuk berani menyuarakan pendapatku saat mengerjakan musik. Hasilnya ternyata terasa lebih baik, lebih jujur untuk diriku maupun pendengar,” ujarnya.
Pengalaman belajar di Inggris turut memperluas pandangannya terhadap proses kreatif.
Setelah kembali ke Indonesia, Amanda menjadi lebih terbuka terhadap kolaborasi dan sudut pandang baru. Ia juga semakin percaya diri mengeksplorasi pendekatan vokal serta mengenali karakter suaranya.
Melalui karya terbarunya, Amanda ingin menghadirkan cerita dan perspektif yang lebih personal. Baginya, musik bukan sekadar menghasilkan lagu yang enak didengar, tapi juga membangun hubungan emosional dengan pendengar.
Keinginan tersebut terangkum dalam ungkapan “let the world meet the real me”. Amanda ingin lebih berdamai dengan diri sendiri, membebaskan sisi kreatif yang selama ini tertahan, serta mengeksplorasi berbagai kemungkinan musikal tanpa terpaku pada satu genre.
Bagi Amanda, musik dan visual merupakan dua medium yang saling melengkapi untuk menyampaikan perjalanan mengenal, menerima, dan mengekspresikan diri secara lebih autentik.

