Navaswara.com — Kesetaraan gender di tempat kerja kini semakin mendapat perhatian. Perusahaan mulai melihat pentingnya membuka kesempatan yang sama bagi perempuan, mulai dari proses rekrutmen hingga peluang menduduki posisi kepemimpinan. Di Indonesia, 94 perusahaan mengajukan 142 aplikasi untuk UN Women Indonesia WEPs Awards 2026, jumlah tertinggi di kawasan Asia Pasifik.
Langkah ini sejalan dengan tuntutan investor, kebutuhan talenta, dan standar rantai pasok yang semakin memperhatikan keberagaman. Perusahaan kini dituntut membuktikan komitmen melalui kebijakan dan praktik kerja yang memberikan kesempatan setara bagi perempuan.
Menurut laporan UN Women Unfinished Business: Private Sector and Gender Equality (2025), perusahaan dengan jajaran eksekutif yang setara gender memiliki peluang 25 persen lebih tinggi untuk mencatat profitabilitas di atas rata-rata. Angka ini memperlihatkan kaitan keberagaman kepemimpinan dengan daya saing bisnis.
Meski demikian, tantangannya masih besar. Secara global, perempuan rata-rata memperoleh 80 persen penghasilan laki-laki dan hanya menempati 30 persen posisi manajerial. Di Indonesia, partisipasi angkatan kerja perempuan tercatat 56,63 persen, tertinggal dari laki-laki sebesar 84,40 persen berdasarkan data BPS 2025.
Kesetaraan Gender dalam Strategi Bisnis
Untuk mendorong perubahan, UN Women bersama UN Global Compact mengembangkan Women’s Empowerment Principles (WEPs), panduan global yang telah diadopsi lebih dari 11.500 perusahaan di 180 negara. Di Indonesia, tercatat 251 perusahaan telah mengadopsi prinsip tersebut.
Menurut Dwi Yuliawati, Head of Programmes UN Women Indonesia, tingginya partisipasi dalam WEPs Awards 2026 menunjukkan perubahan cara pandang perusahaan terhadap kesetaraan gender. Praktik inklusif mulai dipandang sebagai bagian dari strategi bisnis yang dapat diterapkan dan diukur.
Dorongan ini juga berkaitan dengan penerapan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG. Investor dan konsumen semakin memperhatikan dampak sosial perusahaan, sementara kebijakan kesetaraan upah dan dukungan pengasuhan membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil.
Dampaknya turut menjangkau usaha kecil dan menengah (UKM). Ketika perusahaan besar menerapkan kebijakan pengadaan inklusif, pemasok yang memiliki praktik responsif gender berpeluang memperoleh nilai tambah dalam rantai pasok.
Pemberdayaan Perempuan hingga Inovasi
Praktik tersebut terlihat pada Schneider Electric Indonesia melalui Women Electrician Bootcamp. Program ini membekali perempuan dengan keterampilan teknis, keselamatan kerja, pengenalan teknologi, serta pendampingan untuk membuka peluang berkarier di sektor kelistrikan.
Rozana Ridwan, Head of Marketing Communication Schneider Electric Indonesia, menjelaskan bahwa program tersebut membantu menjawab kesenjangan representasi perempuan di bidang kelistrikan. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun talenta berkualitas untuk mendukung operasional bisnis.
Cimory Group menempuh pendekatan melalui Miss Cimory, program yang sejak 2013 membuka peluang bagi ibu rumah tangga untuk memperoleh penghasilan mandiri sebagai agen penjualan langsung. Peserta mendapat pelatihan literasi keuangan, pemasaran, dan pendampingan usaha.
“Pemberdayaan perempuan merupakan bagian dari model bisnis kami. Kami ingin perempuan menjadi bagian dari pertumbuhan bisnis itu sendiri. Berawal dari tiga agen, Miss Cimory kini berkembang menjadi jaringan lebih dari 10.000 perempuan di 17 provinsi,” ujar Hendri Viarta, Direktur Eksekutif Miss Cimory.
Teknologi dan AI untuk Perluas Kesempatan
WEPs Awards 2026 juga menghadirkan kategori baru, Tech & AI for Gender Equality. Kategori ini mengapresiasi pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan secara etis untuk memperluas akses perempuan, mengurangi bias di tempat kerja, serta mendukung pengembangan produk dan layanan yang inklusif.
Kategori tersebut melengkapi lima kategori lainnya, yaitu Leadership Commitment, Gender-Inclusive Workplace, Gender-Responsive Marketplace, Inclusive Procurement, serta Community Engagement & Partnerships.
Seluruh peserta dinilai oleh panel juri independen dari kalangan akademisi, masyarakat sipil, dan organisasi internasional. Penilaian berfokus pada kebijakan, kepemimpinan inklusif, dan dampak terukur, tanpa biaya pendaftaran maupun penilaian.
Pemenang WEPs Awards 2026 akan diumumkan pada 29 Oktober 2026. Untuk pertama kalinya, acara ini menggabungkan penganugerahan dengan diskusi dan berbagi praktik baik, membuka ruang bagi perusahaan untuk belajar sekaligus memperluas penerapan kesetaraan gender di dunia usaha.

