Navaswara.com – Program pemerintah pusat didorong agar lebih mudah diakses masyarakat desa. Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI sekaligus Ketua Dewan Pengawas ASLINMAS Indonesia, Prof. Dr. Reda Manthovani, menyebut ASLINMAS dan ABPEDNAS dapat menjadi jembatan untuk membawa program tersebut hingga ke desa.
“Dengan berkumpulnya dan terbentuknya asosiasi ini, program-program pemerintah yang ada di pusat bisa kita tarik ke bawah, ke desa-desa,” kata Reda dalam Apel Akbar dan Pengukuhan DPD-DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS se-Bali di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (19/9/2026).
Pengurus ASLINMAS dan ABPEDNAS se-Bali dikukuhkan dalam kegiatan tersebut. Pengukuhan dilakukan Jaksa Agung RI sekaligus Ketua Dewan Pembina DPP ABPEDNAS, ST Burhanuddin.
Reda mengatakan, ASLINMAS dan ABPEDNAS merupakan bagian dari komponen masyarakat desa. ASLINMAS menaungi unsur perlindungan masyarakat, sedangkan ABPEDNAS menjadi wadah bagi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Menurut Reda, keberadaan kedua asosiasi tersebut dapat memperkuat koordinasi sekaligus membuka akses masyarakat desa terhadap berbagai program pemerintah.
Ia mencontohkan program budidaya ikan tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemberdayaan melalui CSR perusahaan, hingga akses beasiswa dari kementerian terkait.
ASLINMAS dan ABPEDNAS Diminta Perkuat Desa
Ketua Dewan Pembina DPP ABPEDNAS, ST Burhanuddin, mengatakan pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni.
Para pengurus dan anggota ASLINMAS serta ABPEDNAS diminta menjalankan amanah untuk mengabdi kepada masyarakat.
“Pengukuhan pada hari ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan sebuah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan keikhlasan,” kata Burhanuddin.
Ia menyebut Satlinmas memiliki peran penting dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kelurahan.
Tugas Satlinmas, kata Burhanuddin, tidak hanya berkaitan dengan keamanan lingkungan. Anggotanya juga diharapkan siap menghadapi bencana, membantu kegiatan masyarakat, dan mengantisipasi potensi kerawanan sosial.
Burhanuddin juga menggarisbawahi pentingnya integritas, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung masyarakat.
Sementara itu, ABPEDNAS disebut menjadi mitra pemerintah desa dalam menyerap dan mengawal aspirasi masyarakat.
“ABPEDNAS menjadi rumah besar bagi anggota Badan Permusyawaratan Desa serta sebagai mitra pemerintah desa yang memberikan suara bagi aspirasi masyarakat desa,” ujarnya.
Burhanuddin menilai penguatan tata kelola pemerintahan desa perlu berjalan beriringan dengan keamanan dan ketahanan sosial masyarakat.
“Desa adalah akar pondasi dan struktur nasional bangsa Indonesia. Di sanalah nilai-nilai luhur gotong royong, suasana kekeluargaan dan kearifan lokal tetap hidup dan terjaga,” katanya.
Ia pun mengajak pemerintah desa, BPD, dan Satlinmas memperkuat sinergi untuk mendorong desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Dorong Program Pemerintah Lebih Tepat Sasaran
Reda menuturkan, pembentukan asosiasi juga diharapkan dapat menyatukan langkah dari tingkat daerah hingga nasional.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah perbedaan kebijakan maupun fasilitas bagi anggota Satlinmas di berbagai daerah. Melalui asosiasi, ia berharap kepentingan anggota dapat diperjuangkan secara lebih terkoordinasi.
Selain itu, keberadaan ASLINMAS dan ABPEDNAS dinilai dapat menjadi jembatan agar program pemerintah pusat lebih mudah menjangkau masyarakat desa.
Reda mencontohkan sejumlah program yang dapat diarahkan ke desa, seperti budidaya ikan tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, program pemberdayaan melalui CSR perusahaan, hingga akses beasiswa dari kementerian terkait.
ASLINMAS dan ABPEDNAS, sambungnya, juga telah membuka peluang kerja sama dengan sejumlah kementerian untuk mendorong program pemerintah agar lebih tepat sasaran dan menyentuh masyarakat di tingkat desa.
Kegiatan pengukuhan tersebut turut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, jajaran Forkopimda Bali, Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Bali, Manggala Utama Pacalang Bali, serta sekitar 1.000 pacalang dari berbagai daerah di Bali.
Pengukuhan pengurus ASLINMAS dan ABPEDNAS se-Bali diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara masyarakat desa, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga ketertiban sekaligus mendukung pembangunan desa.
