Navaswara.com — Managing Director Navaswara Cahaya Manthovani meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika (ASCA) 2026. Ia mendapat penghargaan kategori Penggerak Akar Rumput bidang Pelestarian Budaya, Literasi Anak, dan Filantropi.
Penghargaan itu diberikan dalam malam puncak ASCA 2026 di Samisara Grand Ballroom, Jakarta, Kamis (17/9).
Cahaya mendapat apresiasi atas kiprahnya dalam mendorong pelestarian budaya dan literasi melalui berbagai kegiatan. Salah satunya lewat Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara yang digelar Navaswara.
“Terima kasih atas apresiasinya yang sangat tinggi ini. Karena ada apresiasi ini jadi ingin Suara Nusantara lebih menggaung lagi dan lebih dikenal masyarakat,” kata Cahaya.

Dorong Generasi Muda Kenal Cerita Rakyat
Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara menjadi salah satu upaya Cahaya untuk menjaga cerita rakyat Indonesia tetap dikenal generasi muda.
Kegiatan tersebut telah berjalan hampir satu tahun dan digelar di sejumlah daerah. Hingga kini, festival telah berlangsung di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Antusiasme peserta pun cukup tinggi. Sekitar 300 peserta mengikuti kegiatan di Jakarta, 500 peserta di Banten, dan 1.120 peserta di Jawa Barat.
“Jadi kalau ditotal hampir 2.000-an peserta,” ujar Cahaya.
Festival ini tidak hanya berfokus pada cerita yang dibawakan peserta. Mereka juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan storytelling, mulai dari penguasaan materi hingga cara menyampaikan cerita di depan audiens.
Peserta dibagi ke dalam empat kategori. Benih Nusantara untuk siswa SD/MI, Tunas Nusantara untuk SMP/MTs, Kuntum Nusantara untuk SMA/SMK, serta Ranting Nusantara bagi mahasiswa dan peserta umum.
Dalam penampilannya, peserta juga mempersiapkan berbagai aspek pendukung, seperti intonasi, ekspresi, kostum, hingga properti.
Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara rencananya kembali digelar di Jawa Tengah pada November 2026.
Tak Sebatas Mendongeng
Bagi Cahaya, storytelling bukan hanya soal kemampuan berbicara di depan banyak orang. Aktivitas tersebut juga dapat membantu membangun karakter dan meningkatkan kemampuan komunikasi serta literasi.
“Mendongeng cerita rakyat penting bukan hanya untuk anak-anak, tetapi semua usia,” katanya.
Menurutnya, proses mendongeng membuat peserta belajar membaca, memahami, menghafal, hingga menyampaikan cerita menggunakan bahasa Indonesia yang baik.
Peserta juga diajak memahami inti cerita serta nilai moral yang terkandung di dalamnya.
Cahaya berharap kegiatan tersebut dapat membuat generasi muda semakin dekat dengan cerita rakyat dan warisan budaya Indonesia.
“Karena cerita rakyat bukan sekadar kisah masa lalu. Di dalamnya ada nilai moral, keberanian, dan identitas bangsa yang harus tetap hidup dan relevan bagi generasi masa depan,” ujarnya.
Ia juga berharap kecintaan terhadap budaya lokal dapat tumbuh dari masyarakat sendiri.
“Karena kalau kita menghormati budaya kita sendiri, menghormati cerita rakyat di dalamnya, bukan hanya kita saja tapi orang luar juga akan hormat secara tidak langsung,” kata Cahaya.

ASCA 2026 Beri Apresiasi untuk Perempuan Penggerak
Apresiasi Swara Cantika (ASCA) 2026 digelar bertepatan dengan delapan tahun perjalanan Cantika.com.
Mengusung tema “Perempuan Penggerak Perubahan untuk Indonesia”, ASCA 2026 memberikan penghargaan dalam delapan kategori serta satu penghargaan khusus Lifetime Achievement.
Kategori Penggerak Akar Rumput diberikan kepada perempuan yang berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk edukasi mental, literasi budaya, dan pemberdayaan perempuan.
Para penerima penghargaan ASCA 2026 melalui proses kurasi dan evaluasi berbasis data. Indikator yang digunakan, antara lain data makro Badan Pusat Statistik (BPS), laporan kinerja, persepsi publik, serta wawancara mendalam.

