Navaswara.com — Di tengah meriahnya babak grand final Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat, salah satu penampilan yang berhasil mencuri perhatian datang dari Hyang Sukma Ayu. Di atas panggung, ia menghadirkan kekayaan seni tradisional Bali melalui gerak tari dan lantunan lagu daerah.
Penampilan Hyang Sukma Ayu dibuka dengan nuansa tari Bali yang khas. Ia menampilkan gerakan tangan yang lentur, tatapan mata yang ekspresif, serta gestur tubuh yang dinamis.
Kehadiran tari tersebut bukan sekadar pemanis di gelaran Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat. Bagi Hyang Sukma Ayu, unsur seni tradisional menjadi bagian penting untuk memperkuat cerita sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat.
Satu hal yang semakin menarik, Hyang Sukma Ayu turut membawakan lagu Bali berjudul “Putri Cening Ayu”. Di balik melodi yang terdengar sederhana dan lembut, “Putri Cening Ayu” menyimpan pesan tentang hubungan antara ibu dan anak.
Lagu ini menggambarkan tentang kasih sayang seorang ibu yang meminta anaknya untuk tetap tinggal di rumah ketika sang ibu hendak pergi. Dalam liriknya, terselip nasihat mengenai sikap seorang anak, termasuk bagaimana ia menjaga diri selama ditinggal orang tuanya.
Pesan tersebut memperlihatkan nilai kasih sayang sekaligus pendidikan karakter yang dekat dengan kehidupan keluarga. Tak hanya itu, “Putri Cening Ayu” juga memperlihatkan bagaimana lagu tradisional dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan kepada generasi muda.
Pesan mengenai kemandirian, kepedulian, tanggung jawab, dan kasih sayang orang tua terasa begitu sederhana, tapi tetap relevan hingga saat ini. Melalui penampilannya di grand final, Hyang Sukma Ayu seolah mengajak kita untuk melihat bahwa mendongeng tidak selalu harus disampaikan hanya melalui kata-kata.
Penampilan Hyang Sukma Ayu di Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 Jawa Barat akhirnya menjadi gambaran kecil tentang bagaimana tradisi dapat menemukan ruangnya di panggung modern.
Melalui tari Bali dan lagu “Putri Cening Ayu”, ia membawa pesan bahwa mendongeng bukan sekadar menyampaikan sebuah kisah, melainkan juga dapat menjadi jembatan untuk mengenalkan identitas, nilai, dan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi berikutnya.
