Navaswara.com – Asap yang masih muncul di sejumlah wilayah menjadi pengingat bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan belum sepenuhnya selesai. Pemerintah pun terus bergerak memastikan setiap titik yang tersisa ditangani, sekaligus memperkuat pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.
Presiden Prabowo Subianto turun langsung memantau penanganan karhutla dari Kalimantan hingga Sumatra. Setelah mengunjungi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8/2026), Presiden melanjutkan kunjungan kerja ke Riau dan Sumatra Selatan pada Senin (24/8/2026) untuk memastikan kondisi terkini di lapangan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, secara umum kondisi karhutla di sejumlah wilayah Sumatra relatif telah terkendali. Namun, pemerintah masih menemukan asap di beberapa kawasan meski titik api telah berhasil dipadamkan.
“Beberapa dilaporkan sudah tidak ada titik api tetapi memang masih ada asap yang terus muncul karena ini kan ada lahan gambut, ada juga tadi dilaporkan karena ada batubara juga di wilayah-wilayah terutama di Sumatra,” ujar Prasetyo dalam keterangannya kepada awak media di Palembang.
Presiden Minta Penanganan Dituntaskan
Dalam kunjungan ke Riau dan Sumatra Selatan, Presiden Prabowo memimpin dua kali rapat koordinasi untuk mengevaluasi penanganan karhutla.
Rapat terakhir juga dilakukan secara daring bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Jambi dan Lampung. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi karhutla di wilayah Sumatra.
Presiden meminta jajaran terkait tidak berhenti hanya karena kondisi secara umum telah terkendali. Area yang masih menyisakan persoalan harus tetap dituntaskan.
Pemerintah pusat juga memastikan dukungan tambahan diberikan apabila dibutuhkan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.
Menurut Prasetyo, perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada pemadaman, tetapi juga pada upaya pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi.
Gotong Royong Jadi Kunci Pencegahan
Presiden Prabowo mengapresiasi langkah preventif dan antisipatif yang dilakukan jajaran pemerintah daerah di Riau dan Sumatra Selatan.
Pencegahan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga pelaku usaha dan pemilik perkebunan.
“Termasuk memberikan edukasi dan bersama-sama yang tadi ada satu quote yang bagus sejak awal adalah bergotong royong, bersama-sama dengan seluruh masyarakat, bersama-sama dengan pelaku usaha, pemilik perkebunan untuk bersama-sama mengantisipasi sejak di awal tahun,” kata Prasetyo.
Pendekatan gotong royong menjadi penting karena penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada respons ketika api sudah muncul. Pengawasan kawasan, edukasi masyarakat, kesiapsiagaan, serta keterlibatan pelaku usaha menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kebakaran.
Antisipasi El Nino Diperkuat
Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kondisi cuaca. El Nino pada tahun ini diprediksi cukup kuat sehingga potensi munculnya kondisi yang mendukung terjadinya karhutla perlu diantisipasi sejak dini.
Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait telah melakukan berbagai langkah pencegahan sejak awal tahun. Upaya tersebut diharapkan mampu menekan potensi kebakaran sekaligus mempercepat respons apabila ditemukan titik api.
Bagi masyarakat di wilayah terdampak, keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari, kesehatan, mobilitas, dan keberlangsungan kegiatan ekonomi.
Karena itu, pemerintah berharap penanganan di Kalimantan, Sumatra, maupun wilayah lain di Indonesia dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.
“Mohon doa restunya, semoga semua karhutla baik di Kalimantan maupun di Sumatra, dan di seluruh wilayah tanah air dapat bisa segera kita selesaikan sehingga masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan normal,” pungkas Prasetyo.
Dari pemadaman hingga pencegahan, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Ketika pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha bergerak dalam satu langkah, menjaga hutan dan ruang hidup menjadi tanggung jawab bersama untuk Indonesia yang lebih aman dan berkelanjutan.
