Navaswara.com – Ketekunan sering kali berawal dari hal sederhana. Sebuah papan catur yang semula hanya menjadi teman mengisi waktu luang kini mengantarkan seorang siswi berkebutuhan khusus menuju panggung olahraga nasional. Semangat belajar, disiplin berlatih, dan dukungan keluarga menjadi bekal berharga bagi Anisa Rina Febriyanti, siswi kelas IX SLB Pelita Adinda Kota Bandung, yang akan mewakili Jawa Barat pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Pendidikan Khusus Tingkat Nasional 2026.
Kesempatan tersebut diraih Anisa setelah berhasil meraih juara pertama cabang olahraga catur pada O2SN Pendidikan Khusus tingkat Jawa Barat. Prestasi itu sekaligus memastikan dirinya menjadi salah satu wakil Provinsi Jawa Barat pada ajang nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 7–12 September 2026.
Anisa mengungkapkan, perjalanannya di dunia catur bermula sekitar tiga tahun lalu. Saat itu, catur hanya menjadi aktivitas untuk mengisi waktu luang. Namun, dalam dua tahun terakhir ia mulai berlatih lebih serius hingga mampu menunjukkan prestasi membanggakan.
“Awalnya sebenarnya cuma untuk mengisi waktu saja. Saya dikenalkan dengan catur sekitar tiga tahun lalu, tetapi baru fokus berlatih dalam dua tahun terakhir,” ujar Anisa usai menerima medali di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Rabu (24/6/2026).
Keberhasilan tersebut, menurut Anisa, tidak lepas dari dukungan orang-orang terdekat yang selalu memberikan semangat selama proses latihan. Ia pun mempersembahkan prestasi itu kepada keluarga, guru, dan pelatih yang telah mendampinginya.
“Yang paling saya persembahkan untuk orang tua, para guru, dan pelatih yang selalu mendukung serta membimbing saya,” tuturnya.
Menghadapi O2SN Pendidikan Khusus tingkat nasional, Anisa mengaku telah mempersiapkan diri dengan baik. Ia optimistis mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Jawa Barat di tingkat nasional.
“Insya Allah saya siap dan optimis,” katanya.
Keberhasilan Anisa menjadi bukti bahwa kesempatan berprestasi terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan untuk belajar dan terus berusaha. Di balik setiap langkahnya tersimpan pesan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi, melainkan motivasi untuk terus berkembang.
Lebih dari sekadar mengejar medali, kisah Anisa menjadi inspirasi tentang pentingnya pendidikan yang inklusif dan dukungan lingkungan dalam melahirkan generasi muda berprestasi. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkannya diharapkan mampu memotivasi lebih banyak anak Indonesia untuk berani bermimpi, mengembangkan potensi, dan percaya bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Mari dukung perjuangan Anisa dan seluruh atlet muda Indonesia agar terus mengukir prestasi serta mengharumkan nama bangsa di tingkat nasional maupun internasional.
