Jangan Cuma Ikut Tren, Hobi Koleksi Blind Box Ternyata Bisa Bikin Kulit Cepat Tua! Ini Kata Ahli

Navaswara.com – Siapa yang tak tergoda membuka blind box? Rasa penasaran dan kejutan saat membuka kotak misteri memang membuat ketagihan. Tapi, kalau sudah berlebihan dan tanpa kontrol, hobi ini bisa berdampak buruk bagi psikologis dan kesehatan.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Samuel Stemi, mengingatkan bahwa fenomena ini berpotensi memicu perilaku adiktif. Menurut Samuel, daya tarik utama blind box ada pada sensasi ketidakpastiannya. Saat kita mendapat barang yang diinginkan, otak melepaskan hormon dopamin yang menciptakan rasa senang luar biasa.

“Selama masih batas wajar, blind box bisa jadi hiburan. Tapi kalau berulang tanpa kontrol, ini bisa jadi perilaku yang sulit dihentikan,” ujar Samuel.

Mirip Mekanisme Judi
Samuel menilai mekanisme psikologis dalam blind box punya kemiripan dengan perilaku adiktif lainnya, termasuk perjudian. Keduanya sama-sama bermain di area ‘hadiah yang tidak pasti’ (uncertain reward).

“Meskipun tidak identik secara klinis dengan judi, pola ini berada dalam spektrum perilaku adiktif yang perlu diwaspadai,” jelasnya.

Masalah muncul saat seseorang mendapatkan barang duplikat atau yang tidak diinginkan. Muncul rasa kecewa yang justru memicu reward chasing behavior, yakni dorongan untuk membeli lagi demi mendapatkan kepuasan yang tertunda.

Dampak pada Penuaan Dini
Tak hanya soal mental, stres akibat pengeluaran yang tak terkontrol juga berdampak pada fisik. Dalam perspektif anti-aging, stres jangka panjang bisa meningkatkan hormon kortisol.

Kadar kortisol yang tinggi ini berkaitan dengan percepatan penuaan biologis. Efeknya mulai dari penurunan kualitas kulit, munculnya inflamasi, hingga gangguan metabolik. Jadi, hobi yang tidak terkontrol ini secara tidak langsung menyebabkan wajah tampak lebih tua.

Tips Agar Tidak ‘Kecanduan’
Agar hobi ini tetap sehat, Samuel menyarankan beberapa langkah pencegahan:

  • Mindful Buying: Tetapkan batas anggaran dan frekuensi pembelian sejak awal.
  • Literasi Finansial: Pahami bahwa ini adalah hiburan, bukan investasi yang harus dikejar terus-menerus.
  • Kendalikan Impuls: Belajarlah menunda keinginan agar kemampuan mengontrol diri tetap terjaga.

Samuel juga menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak. Jika kebiasaan membeli blind box sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog atau psikiater.

“Tanpa regulasi diri yang baik, ada potensi dampak terhadap kesehatan mental dan proses penuaan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *