Navaswara.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Kamis (4/6) pukul 09.05 WIB melemah 37 poin atau 0,21 persen di Rp 18.003 per dolar AS.
Bank Indonesia (BI) menilai, keoknya mata uang Garuda ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal. Mulai dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengerek harga minyak dunia, hingga tingginya suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Lantas, di tengah ketidakpastian ekonomi seperti sekarang, apa yang bisa kamu lakukan untuk melindungi isi dompet?
Mengutip panduan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berikut adalah 7 langkah cerdas yang bisa kamu terapkan untuk menjaga kesehatan finansial pribadi sekaligus membantu stabilitas ekonomi nasional:
1. Rem Belanja Konsumtif, Utamakan Dana Darurat
Saat rupiah tertekan, harga barang-barang, terutama yang berbasis impor, berpotensi naik. Ini saatnya kamu mengerem belanja barang yang tidak mendesak. Alihkan anggaran tersebut untuk mempertebal dana darurat sebagai bantalan ekonomi.
2. Utamakan Cintai Produk Lokal
Memilih produk dalam negeri bukan cuma soal nasionalisme, tapi strategi ekonomi. Ketika kamu membeli produk lokal, roda ekonomi UMKM tetap berputar dan lapangan kerja tetap terjaga. Plus, hal ini bisa menekan permintaan terhadap barang impor.
3. Coba Mulai Beralih ke Transportasi Umum
Pelemahan rupiah biasanya berdampak pada membengkaknya biaya impor energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM). Dengan memanfaatkan transportasi umum, kamu tidak hanya membantu mengurangi konsumsi BBM nasional, tapi juga bisa menghemat ongkos harian secara signifikan.
4. Jangan Ikut-ikutan Timbun Dolar AS
Membeli dolar AS dalam jumlah besar saat rupiah melemah demi spekulasi jangka pendek justru akan memperparah keadaan. Kepanikan ini membuat sentimen pasar kian negatif. OJK mengimbau masyarakat untuk tetap rasional dan membeli valas sesuai kebutuhan riil saja.
5. Tunda Dulu Ambil Utang Baru
Mengambil pinjaman baru, terlebih jika memiliki eksposur mata uang asing, sangat berisiko di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Melemahnya rupiah bisa membuat beban cicilan kamu membengkak di kemudian hari.
6. Amankan Aset Lewat Diversifikasi
Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang. Kamu bisa membagi aset keuangan ke dalam beberapa instrumen investasi, seperti emas, deposito, atau reksa dana pasar uang. Diversifikasi ini berfungsi sebagai perisai saat salah satu sektor investasi sedang lesu.
7. Tetap Konsisten Investasi di Dalam Negeri
OJK tetap menyarankan masyarakat untuk melirik instrumen investasi domestik, seperti Saham atau Surat Berharga Negara (SBN). Investasi yang berputar di pasar keuangan dalam negeri akan membantu menjaga likuiditas dan memperkuat pasar modal kita.
