Navaswara.com – Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) mengumumkan aturan baru terkait penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk musim penghargaan mendatang.
Dalam kebijakan terbaru ini, AMPAS menegaskan bahwa karya yang masuk nominasi Academy Awards tetap harus melibatkan kontribusi manusia secara nyata.
Menurut pengumuman pada 1 Mei, hanya penampilan yang benar-benar dilakukan manusia dan tercantum resmi dalam kredit film yang bisa dipertimbangkan.
Selain itu, naskah film juga wajib ditulis oleh manusia agar memenuhi syarat masuk Oscar.
Meski begitu, AMPAS tidak sepenuhnya melarang penggunaan AI dalam produksi film.
Akademi menyatakan tetap membuka ruang bagi teknologi tersebut, tetapi berhak meminta detail penggunaan AI dari rumah produksi, termasuk memastikan kepemilikan karya tetap berada di tangan manusia.
Langkah ini diambil di tengah pesatnya perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan yang mulai mengubah cara film dibuat di Hollywood.
Sejumlah ahli menilai AI kini semakin berperan dalam proses produksi, dari penulisan hingga pembuatan visual.
Kondisi ini juga sempat memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri.
Pada 2023, isu AI bahkan menjadi salah satu pemicu pemogokan besar oleh aktor dan penulis skenario di Amerika Serikat.
Tak hanya di film, dampaknya juga mulai terasa di bidang lain. Beberapa karya sastra bahkan sempat ditarik karena diduga menggunakan AI, sementara sejumlah komunitas penulis menilai teknologi ini bisa memengaruhi kelayakan karya dalam ajang penghargaan.
AMPAS berharap aturan baru ini bisa menjaga nilai kreativitas manusia di tengah derasnya pengaruh teknologi.
Dengan begitu, Oscar tetap menjadi ajang yang menghargai karya orisinal buatan manusia, bukan sekadar hasil mesin.

