Navaswara.com – Berbekal jejak sejarah yang sangat panjang, Yogyakarta kini memiliki deretan bangunan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Situs Warungboto atau yang secara historis dikenal sebagai Pesanggrahan Rejawinangun.
Situs Warungboto merupakan destinasi wisata bersejarah yang menyimpan jejak kejayaan arsitektur Keraton Yogyakarta. Bangunan ini sering disebut sebagai “Taman Sari kecil” karena memiliki fungsi serupa, yakni sebagai tempat peristirahatan sekaligus pemandian bagi keluarga kerajaan.
Diperkirakan, situs ini dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono II pada akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19. Pada masa itu, kawasan ini menjadi tempat yang tenang untuk bersantai dan menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan istana.
Memasuki kawasan Situs Warungboto, suasana klasik langsung terasa dari struktur bangunan yang didominasi oleh batu bata merah dengan lorong-lorong melengkung yang artistik. Di bagian tengah, kita bisa melihat kolam pemandian yang dulunya digunakan oleh keluarga kerajaan.
Dinding-dinding tinggi yang mengelilingi kompleks ini memberikan kesan privat sekaligus megah. Sayangnya, situs ini sempat terbengkalai akibat gempa dan faktor usia. Namun, Balai Pelestarian Cagar Budaya telah berhasil memugarnya sehingga kembali megah dan memikat, terutama bagi pencinta sejarah dan fotografi.
Kegiatan utama yang menjadi favorit para pengunjung saat berada di Situs Warungboto adalah berburu foto dengan latar belakang dinding-dinding nan artistik. Kemegahan bangunan ini semakin didukung dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah jendela atau pintu yang menciptakan siluet indah, menjadikannya lokasi ideal bagi para pecinta fotografi arsitektur. Selain berfoto, pengunjung juga dapat menikmati waktu dengan berjalan-jalan santai mengelilingi setiap sudut bangunan.
Jika bicara tentang fasilitas, pihak pengelola telah menyediakan fasilitas yang cukup memadai untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Area parkir tersedia di sekitar lokasi sehingga memudahkan akses kendaraan pribadi. Tidak hanya itu, kita juga dapat melalui jalur pejalan kaki yang tertata rapi, serta menyimak papan informasi yang menjelaskan sejarah singkat bangunan. Beberapa spot bahkan telah dilengkapi tempat duduk untuk beristirahat.

