Navaswara.com – Kontingen Indonesia akhirnya berhasil memecahkan kebuntuan dengan meraih medali emas pertama dalam ajang Asian Beach Games (ABG) 2026. Prestasi gemilang tersebut dipersembahkan oleh pasangan atlet panjat tebing putri asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, pada Rabu 29 April 2026.
Tampil di Sanya, China, yang dikenal dengan julukan Hawaii-nya China, kedua atlet kebanggaan Merah Putih ini sukses mendominasi nomor speed relay putri. Kemenangan ini menjadi momen bersejarah sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama di cabang olahraga panjat tebing dunia.
Pecahkan Rekor Dunia
Keberhasilan Desak dan Kadek tidak hanya sekadar membawa pulang medali emas. Duo srikandi Indonesia ini tampil luar biasa dengan membukukan rekor dunia baru pada babak semifinal. Mereka mencatatkan waktu fantastis yakni 13,174 detik.
“Kami tidak menyangka bisa memecahkan rekor. Kami hanya fokus tampil maksimal,” ujar Desak dikutip dari rilis resmi Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia).
Catatan waktu tersebut melampaui rekor-rekor sebelumnya dan menunjukkan level kompetisi yang sangat tinggi dari atlet Indonesia. Koordinasi yang solid dan kecepatan yang konsisten menjadi kunci utama bagi Desak dan Kadek dalam menaklukkan dinding panjat di Sanya.
Gelaran Asian Beach Games keenam ini berlangsung mulai 22 hingga 30 April 2026 dengan mempertandingkan 15 disiplin olahraga pantai dan pesisir. Selain panjat tebing, beberapa cabang lain yang menarik perhatian adalah bola basket 3×3, voli pantai, hingga bola tangan pantai.
Indonesia bersaing ketat dengan negara-negara besar lainnya di Asia. Sebagai gambaran tingkat persaingan, negara seperti India bahkan menurunkan kekuatannya dalam empat disiplin berbeda, termasuk bola basket 3×3 dan kabaddi pantai. Namun, performa Desak dan Kadek di arena panjat tebing berhasil memberikan keunggulan tersendiri bagi kontingen Indonesia.
Modal Menuju Kejuaraan Dunia
Capaian di Asian Beach Games Sanya 2026 ini menjadi penutup rangkaian perjuangan yang sangat impresif. Selain memberikan kebanggaan bagi masyarakat Bali dan Indonesia secara umum, medali emas ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi para atlet.
Momentum kemenangan ini diharapkan dapat menjaga performa dan kepercayaan diri para atlet sebelum menghadapi seri IFSC Climbing World Cup berikutnya. Keberhasilan Desak Made Rita dan Kadek Adi Asih membuktikan bahwa pembinaan atlet panjat tebing nasional berada di jalur yang tepat untuk terus berprestasi di level internasional.
