Navaswara.com – Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat merespons insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Negara tiba di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4) pagi untuk menemui langsung para korban sekaligus memastikan penanganan medis berjalan optimal.
Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 08.39 WIB, kemudian langsung menuju poli bedah, dilanjutkan menuju ruang perawatan Bougenville untuk berinteraksi dengan korban yang tengah dirawat.
Dalam kunjungannya, Prabowo menyempatkan diri berdialog dengan pihak rumah sakit guna menyerap kebutuhan riil di lapangan, mulai dari penanganan korban hingga ketersediaan fasilitas medis. Ia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga terdampak dan menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan investigasi total atas kejadian ini.

“Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan Pemerintah. Kami segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” ujar Presiden Prabowo di RSUD Kota Bekasi.
Prabowo menekankan pentingnya peningkatan keselamatan transportasi, terutama pada perlintasan sebidang yang dinilai masih memiliki potensi risiko tinggi. Di saat yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Menhub bersama tim teknis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT KAI sudah berada di lokasi sejak Senin malam untuk memimpin langsung penanganan.
Berdasarkan kronologi awal, insiden bermula saat KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85. Akibatnya, rangkaian tersebut harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181. Dampak dari kejadian itu, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan perombakan besar-besaran pada sistem keselamatan perlintasan kereta api pascakecelakaan di Bekasi. Saat mengunjungi para korban di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Selasa siang Presiden menyatakan bahwa investigasi menyeluruh segera dilakukan guna mengidentifikasi akar permasalahan. Beliau menyoroti banyaknya perlintasan yang belum memiliki pengamanan memadai dan memerintahkan percepatan perbaikan di sekitar 1.800 titik serupa yang tersebar di Pulau Jawa.
“Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini juga padat ya, dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat-sangat mendesak, jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden,” tegasnya saat memberikan keterangan di hadapan awak media.
Langkah konkret ini diambil sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kepadatan serta risiko tinggi di lokasi kejadian melalui skema bantuan kepresidenan. Selain fokus pada infrastruktur pemerintah juga memastikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis yang diperlukan serta jaminan kompensasi sesuai aturan yang berlaku.
Upaya perbaikan yang mencakup penambahan pos jaga hingga pembangunan jembatan layang ini diharapkan mampu meningkatkan standar keselamatan transportasi publik secara signifikan di seluruh Indonesia.

Menhub Dudy menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran pahit yang sangat berharga bagi PT KAI dan regulator. Ia menyebut pelayanan transportasi tidak hanya soal keandalan, tetapi wajib menempatkan keselamatan sebagai prioritas paling utama. Pihaknya juga mendukung penuh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi secara independen dan objektif.
“Mohon doanya dari masyarakat semoga proses evakuasi ini dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan tetap mengedepankan keselamatan. Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi,” kata Menhub.
Hingga saat ini, pendataan jumlah korban masih terus dilakukan di fasilitas kesehatan. Untuk mendukung kelancaran penanganan di lokasi, operasional perjalanan KRL sementara waktu mengalami penyesuaian dan hanya melayani hingga Stasiun Bekasi. Pemerintah memastikan seluruh korban akan mendapatkan penanganan terbaik serta pemenuhan hak-hak sesuai ketentuan.
