FX Harsono Hadirkan “Ambang / Threshold”, Pameran Seni yang Mengungkap Luka Sejarah dan Identitas

Navaswara.com — Pameran seni bertajuk “Ambang / Threshold” menghadirkan karya-karya terbaru seniman senior Indonesia, FX Harsono. Gelaran ini berlangsung di BAIK Jakarta pada 24 September hingga 31 Oktober 2026.

Pameran tunggal ini menyoroti persoalan identitas, ingatan sejarah, dan kekerasan yang dialami masyarakat Tionghoa-Indonesia. Melalui pendekatan artistik yang kuat, Harsono menghidupkan kembali simbol dan metafora yang telah menjadi bagian dari praktik seninya sejak pertengahan 1970-an.

Karya-karya yang ditampilkan juga merefleksikan situasi sosial-politik Indonesia masa kini, termasuk meningkatnya peran militer dalam kehidupan sipil, menyempitnya ruang kebebasan berpendapat, serta penyangkalan terhadap sejarah kekerasan yang dialami kelompok minoritas.

Dalam pameran ini, Harsono menghadirkan sejumlah objek ikonis, seperti pistol keramik, arsip foto masyarakat Tionghoa-Indonesia, dokumen identitas, dan hingga mahkota duri. Potret senjata api yang dahulu dibuat menggunakan kerupuk (petasan) kini diwujudkan dalam bentuk keramik untuk menggambarkan ancaman militerisasi dalam kehidupan masyarakat.

Sementara itu, arsip foto dan dokumen identitas memperlihatkan bagaimana kekuasaan dapat menekan kelompok tertentu sekaligus menjadikan identitas sebagai alat diskriminasi.

Di sisi lain, kita juga dapat melihat mahkota duri yang menjadi metafora tentang penderitaan dan kontrol tersembunyi di balik pengakuan resmi terhadap identitas seseorang.

Melalui “Ambang / Threshold”, Harsono mengajak kita melihat kembali sejarah yang belum tuntas sekaligus memahami relevansinya dengan kondisi saat ini. Pameran ini juga menegaskan peran seni kontemporer bukan sekadar sebagai ekspresi estetika, melainkan juga medium untuk membangun kesadaran kritis dan mendorong refleksi sosial.