Navaswara.com — Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menyimpan deretan pesona wisata alam yang memikat, salah satunya adalah Black Canyon Petungkriyono. Berada di Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, destinasi ini menawarkan panorama sungai jernih yang diapit tebing-tebing batu berwarna hitam pekat.
Dahulu, Black Canyon Petungkriyono dikenal sebagai Kedung Sipingit dan memiliki kesan angker bagi masyarakat setempat. Namun, berkat kreativitas warga yang mengembangkan potensi alamnya, kawasan ini kini menjadi destinasi favorit, terutama bagi para pencinta petualangan dan wisata air.
Perpaduan sempurna antara bebatuan kehitaman, pepohonan hijau, dan udara pegunungan yang sejuk menciptakan suasana alami yang menenangkan dan menjadi daya tarik utama destinasi ini.
Saat menginjakkan kaki di sana, beragam aktivitas menarik dapat dilakukan untuk menikmati keindahan Black Canyon. Kita bisa bermain air di sungai yang jernih dan menyegarkan, merendam kaki, hingga berenang di area yang diizinkan.
Sementara, bagi para pencinta tantangan, tersedia aktivitas river tubing dan body rafting untuk menyusuri aliran sungai dengan pengalaman yang berbeda. Di beberapa bagian, bahkan terdapat air terjun mini yang menambah keseruan bermain air.
Tak hanya itu, jika ingin menikmati keindahan Black Canyon Petungkriyono lebih lama atau merasakan syahdunya malam di tengah alam, kita juga dapat berkemah di tempat yang telah disediakan.
Untuk menunjang kegiatan, fasilitas yang tersedia di Black Canyon Petungkriyono antara lain area parkir yang luas, penyewaan pelampung, perlengkapan untuk aktivitas air, dan kafe yang menyediakan minuman dan makanan ringan.
Jika ingin bertandang, waktu terbaik untuk mengunjungi Black Canyon adalah saat musim kemarau atau sekitar bulan Mei hingga September, ketika cuaca cenderung cerah dan jalur menuju lokasi tidak terlalu licin. Sebaliknya, kunjungan saat musim hujan sebaiknya dihindari karena debit sungai dapat meningkat dan arus menjadi berbahaya.

