Navaswara.com — Bagi penderita tekanan darah tinggi, olahraga menjadi salah satu bagian penting dalam membantu mengontrol tekanan darah. Selama ini, latihan aerobik seperti jalan kaki, bersepeda, atau berlari lebih sering dikaitkan dengan kesehatan jantung. Namun, penelitian menunjukkan ada jenis latihan lain yang juga menarik perhatian, yakni latihan isometrik.
Latihan isometrik merupakan aktivitas yang membuat otot berkontraksi tanpa banyak mengubah posisi tubuh. Contohnya adalah wall sit atau wall squat, plank, hingga latihan menggenggam tangan secara statis. Jenis latihan ini menjadi temuan menonjol dalam meta-analisis jaringan yang diterbitkan di British Journal of Sports Medicine pada 2023.
Penelitian yang dilakukan Jamie J. Edwards dan tim dari Canterbury Christ Church University tersebut menganalisis 270 uji klinis acak dengan total 15.827 peserta. Hasilnya menunjukkan berbagai jenis latihan dapat membantu menurunkan tekanan darah saat istirahat, tetapi latihan isometrik menghasilkan penurunan rata-rata paling besar.
Pada kelompok yang melakukan latihan isometrik, tekanan darah sistolik dan diastolik turun rata-rata 8,24 mmHg dan 4,00 mmHg. Sebagai perbandingan, latihan aerobik menurunkan tekanan darah sekitar 4,49/2,53 mmHg, latihan beban 4,55/3,04 mmHg, dan high-intensity interval training (HIIT) 4,08/2,50 mmHg.
Ketika peneliti membandingkan subjenis latihan, wall squat menunjukkan hasil paling kuat untuk penurunan tekanan darah sistolik. Sementara itu, berlari menjadi subjenis latihan yang memiliki hasil paling kuat terhadap tekanan darah diastolik. Meski demikian, jumlah penelitian untuk beberapa subjenis latihan isometrik masih lebih sedikit dibandingkan latihan aerobik atau latihan beban.
Temuan tersebut tidak berarti penderita hipertensi harus mengganti seluruh aktivitas fisik dengan latihan isometrik. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetap merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu, atau aktivitas intensitas tinggi selama 75–150 menit, ditambah latihan penguatan otot setidaknya dua hari dalam sepekan.
American Heart Association juga memasukkan latihan isometrik, seperti plank, sebagai salah satu bentuk latihan yang dapat dikombinasikan dengan aktivitas aerobik dan latihan kekuatan. Bagi orang yang baru mulai berolahraga atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, intensitas latihan sebaiknya ditingkatkan secara bertahap dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.
Dengan demikian, wall sit, plank, atau latihan isometrik lainnya dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik bagi penderita tekanan darah tinggi. Namun, olahraga tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari pengelolaan hipertensi secara menyeluruh, bersama pola makan, pemantauan tekanan darah, dan pengobatan apabila diresepkan dokter.
