Tim panjat tebing Indonesia kembali menunjukkan kelasnya dengan meraih emas World Climbing Series 2026 di Guiyang, China. Dua medali emas disumbangkan atlet panjat tebing Indonesia berhasil meraih melalui Antasyafi Robby Al Hilmi dan pasangan Raharjati Nursamsa-Rajiah Sallsabillah.
Antasyafi Robby Al Hilmi menyumbangkan emas dari nomor speed perorangan putra pada Jumat (11/9/2026). Sehari berselang pada Sabtu (12/9/2026), pasangan Raharjati dan Rajiah menambah koleksi emas Indonesia dari nomor mixed speed relay.
Robby tampil sebagai yang tercepat di final speed perorangan dengan catatan waktu 4,65 detik. Robby mengalahkan wakil tuan rumah China, Yongzhi Ling, dengan waktu 4,75 detik.
Posisi ketiga ditempati Shouhong Chu dengan waktu 4,80 detik. Atlet Jepang Ryo Omasa berada di urutan keempat dengan catatan 4,99 detik.
Medali emas ini yang pertama bagi Robby di World Climbing Series. Robby tak kuasa menyembunyikan rasa harunya setelah meraih emas.
Robby mempersembahkan kemenangan tersebut untuk masyarakat Indonesia dan ibunda. ”Ibu, akhirnya aku emas!“ ungkapnya.
Emas kedua Indonesia disumbangkan Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah di nomor campuran. Pasangan Indonesia 1 ini menjadi yang tercepat di nomor mixed speed relay dengan mencatat waktu 11,35 detik pada final.
Mereka jauh meninggalkan pasangan China, Mengli Zhang dan Ziyu Zhou, yang finis kedua dengan waktu 14,85 detik. Medali perunggu diraih Samuel Watson dan Emma Hunt (AS), yang mencatat waktu 11,85 detik. Mereka meninggalkan pasangan Prancis Jerome Morel dan Capucine Viglione dengan waktu 13,40 detik.
Indonesia sebenarnya menurunkan dua pasangan pada nomor tersebut. Team Indonesia 2 yang diperkuat Antasyafi Robby Al Hilmi dan Kadek Adi Asih harus terhenti di perempat final.
Robby dan Adi Asih mencatat waktu 11,97 detik, kalah dari pasangan Amerika Serikat Watson-Hunt yang finis dalam 11,46 detik.
