Bukit Cumbri, Destinasi Pendakian Singkat dengan Pemandangan Negeri di Atas Awan

Navaswara.com — Untuk bisa menikmati panorama alam dari ketinggian, ternyata tak harus selalu mendaki gunung yang ekstrem. Di perbatasan antara Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah dan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terdapat Bukit Cumbri yang menawarkan pengalaman mendaki singkat dengan pemandangan yang begitu memukau.

Bukit Cumbri dikenal dengan julukan “negeri di atas awan”. Sebutan tersebut bukan tanpa alasan. Pada waktu tertentu, terutama menjelang pagi, kabut dapat menyelimuti lembah dan perbukitan di sekitar puncak hingga menciptakan pemandangan menyerupai lautan awan.

Tak hanya menikmati pesona sunset dan sunrisenya, daya tarik lain dari Bukit Cumbri adalah panorama terbuka yang bisa dinikmati dari puncak. Hamparan perbukitan nan hijau, lembah, persawahan, hingga permukiman tampak membentang sejauh mata memandang.

Ketika cuaca cerah, bentang alam dari atas bukit tampak semakin megah karena minimnya pepohonan yang menghalangi pandangan. Formasi batu-batu besar di area puncak juga menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian, sekaligus menjadi lokasi favorit untuk mengabadikan momen.

Untuk mencapai puncak, kita tidak perlu melewati pendakian panjang seperti ketika bertandang ke gunung. Jalurnya relatif singkat dan cukup ramah bagi pendaki pemula, meski tetap membutuhkan kehati-hatian, terutama ketika kondisi jalur licin akibat hujan.

Bukit Cumbri sendiri memiliki beberapa akses pendakian. Salah satunya berada di Dusun Kepyar yang dikenal memiliki jalur relatif mudah. Walaupun tingginya hanya seitar 638 meter di atas permukaan laut, kita tetap perlu menyiapkan air minum dan perlengkapan yang memadai karena fasilitas di kawasan atas bukit sangat terbatas.

Jika ingin berkunjung, waktu terbaik untuk datang sangat bergantung pada pemandangan yang ingin diburu. Bagi pemburu matahari terbit, pendakian dapat dilakukan sejak dini hari agar kita tiba di puncak sebelum fajar.

Sementara itu, sore hari menjadi waktu yang menarik untuk menikmati matahari terbenam. Momen lautan awan sendiri tidak selalu muncul, karena sangat bergantung pada kondisi cuaca. Meski begitu, ketika kabut tidak terbentuk, lanskap perbukitan yang terlihat jelas tetap menawarkan panorama yang memanjakan mata.

Di sisi lain, ada satu hal penting yang juga perlu diperhatikan ketika berada di puncak bukit, yakni kawanan monyet liar. Satwa tersebut merupakan bagian dari ekosistem Bukit Cumbri, tapi sebaiknya kita tidak mengganggu atau memberi makan. Makanan dan barang bawaan juga perlu disimpan dengan baik karena monyet dapat mendekati kita ketika melihat makanan.

Selain itu, beberapa bagian puncak juga memiliki tepian yang cukup berbahaya sehingga kita perlu menjaga jarak dan tidak memaksakan diri demi mendapatkan foto yang menarik. Perhatikan pula pijakan yang dipilih selama berada di puncak dan ingin berburu foto. Pastikan permukaannya aman dan tidak terlalu ke tepian.

Kesederhanaan menjadi daya tarik lain dari Bukit Cumbri. Tidak banyak fasilitas modern yang mendominasi kawasan, sehingga pengalaman berwisata lebih berfokus pada proses dan perjalanan selama mendaki serta menikmati alam. Di kaki bukit tersedia area parkir, sementara jika ingin bermalam kita bisa berkemah di area yang telah disediakan atau menginap di rumah warga sekitar.