Keranjang Belanja Online Makin Penuh, FMCG Indonesia Tembus Rp88,4 Triliun

Navaswara.com – Belanja kebutuhan sehari-hari lewat e-commerce makin menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Laporan Compas.co.id mencatat nilai transaksi FMCG di e-commerce mencapai Rp88,4 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2026, naik 29,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut memberi gambaran bahwa produk seperti makanan, minuman, perawatan tubuh, kebutuhan rumah tangga, hingga produk ibu dan anak semakin mendapat tempat di keranjang belanja online. Kenaikan volume transaksi juga menunjukkan pertumbuhan pasar datang bersama meningkatnya jumlah produk yang dibeli, bukan sekadar kenaikan harga.

Perubahan paling terasa terlihat pada kategori Homecare dan Food & Beverages. Homecare mencatat pertumbuhan nilai penjualan 78,3 persen, sedangkan Food & Beverages naik 52,1 persen. Bagi konsumen, kondisi tersebut berarti pilihan produk kebutuhan sehari-hari di marketplace semakin beragam dan persaingan antarbrand kian terasa.

Kebutuhan Sehari-hari Kini Makin Banyak Dibeli Online

Momentum musiman turut membentuk kebiasaan belanja. Ramadan dan Lebaran menjadi periode dengan permintaan tinggi untuk sejumlah produk, mulai dari air mineral, minyak goreng, hingga produk kecantikan seperti setting spray dan eyeshadow. Pola tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dan aktivitas masyarakat ikut menentukan produk yang ramai dicari secara online.

Persaingan antarmarketplace juga semakin terkonsentrasi. Shopee dan ShopTokopedia menguasai sekitar 99 persen penjualan FMCG di setiap kategori, sehingga konsumen berhadapan dengan dua platform utama ketika mencari banyak kebutuhan sehari-hari. Perbedaan promo, pilihan seller, harga, maupun ketersediaan produk pun menjadi faktor yang makin penting.

Menariknya, pertumbuhan pasar belum otomatis membuat brand baru mudah mendapatkan perhatian. Brand yang sudah lebih dulu berjualan menyumbang 92 hingga 96 persen pertumbuhan nilai penjualan FMCG. Artinya, konsumen masih memiliki kecenderungan kuat memilih produk yang sudah dikenal, meski persaingan dengan pendatang baru terus bertambah.

Dari sudut pandang konsumen, perkembangan tersebut membawa satu perubahan penting. Belanja FMCG online semakin menyerupai kebutuhan rutin, bukan sekadar aktivitas berburu promo. Ketika pilihan produk bertambah dan persaingan harga makin ketat, konsumen punya ruang lebih besar untuk membandingkan harga, membaca ulasan, serta memilih produk sesuai kebutuhan.

Pertumbuhan pasar FMCG e-commerce juga memberi sinyal bahwa kebiasaan belanja masyarakat terus bergeser. Produk yang dahulu identik dengan kunjungan ke supermarket atau minimarket kini semakin mudah masuk ke keranjang digital, sekaligus membuat marketplace menjadi salah satu tempat utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.