Pameran Menamai | Naming Soroti Makna Penamaan dalam Sejarah dan Budaya

Navaswara.com — Pameran seni bertajuk “Menamai | Naming” menghadirkan refleksi tentang arti sebuah nama, identitas, dan cara manusia memahami dunia melalui proses penamaan.

Diselenggarakan di Gajah Gallery Jakarta, pada 25 Juli 2026 – 23 Agustus 2026, pameran tunggal ini menampilkan karya dari seniman Indonesia Octora.

Lewat karya-karyanya, ia mengajak kita mempertanyakan bagaimana sejarah, kekuasaan, dan pengetahuan membentuk cara kita melihat sesuatu. Melalui karya fotografi, tenun, patung, hingga instalasi, Octora membangun ruang dialog yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Gagasan utama dalam pameran ini berangkat dari keyakinan bahwa memberi nama bukanlah sesuatu yang netral. Sebuah nama dapat menjadi alat untuk mengelompokkan, mendefinisikan, bahkan menguasai suatu objek atau budaya.

Octora kemudian menggali arsip-arsip sejarah, termasuk foto-foto etnografi dan dokumentasi lama, untuk menunjukkan bahwa setiap gambar menyimpan perspektif tertentu yang tidak selalu mewakili kenyataan secara utuh.

Melalui teknik memotong, menenun ulang, dan menyusun kembali foto-foto tersebut, sang seniman menghadirkan narasi baru yang menantang cara pandang lama terhadap identitas Indonesia.

Salah satu karya yang menarik perhatian adalah patung aluminium bertajuk “The Flower That Remembers”. Karya ini mengangkat kisah bunga Rafflesia arnoldii, bunga raksasa yang namanya berasal dari tokoh kolonial.

Lewat karya tersebut, Octora mengajak publik merenungkan bagaimana sebuah nama dapat menghapus atau menggeser pengetahuan lokal yang telah lebih dahulu ada.

Baginya, penamaan bukan lagi dipahami sebagai sekadar label, melainkan bagian dari sejarah panjang mengenai siapa yang memiliki hak untuk mendefinisikan sesuatu.

Melalui “Menamai | Naming”, Octora menunjukkan bahwa sejarah tidak selalu hadir dalam bentuk narasi yang utuh. Ia sering tersembunyi di balik arsip, foto, maupun istilah yang selama ini diterima begitu saja.