Di Balik Layanan Digital yang Andal, Bank Mandiri Terus Menjaga Kepercayaan Nasabah

Navaswara.com – Di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan perbankan digital, kepercayaan menjadi fondasi yang tak tergantikan. Ketika jutaan transaksi berlangsung setiap hari dalam hitungan detik, keamanan sistem dan tata kelola yang kuat menjadi penentu kenyamanan nasabah. Berangkat dari komitmen tersebut, Bank Mandiri terus memperkokoh tata kelola perusahaan dan ketahanan siber guna memastikan seluruh layanan digital tetap aman, andal, dan terpercaya.

Komitmen itu ditegaskan Bank Mandiri melalui penguatan tata kelola digital sebagai bagian dari semangat Melayani Sepenuh Hati. Perseroan mengimplementasikan Bank Mandiri Cyber Resilience Framework, sebuah pendekatan terintegrasi yang mencakup aspek operasional, perlindungan sistem, penguatan tata kelola, serta peningkatan kesadaran keamanan informasi di seluruh lini organisasi.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, mengatakan perkembangan layanan perbankan digital menuntut perusahaan tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi juga memastikan setiap layanan didukung tata kelola dan manajemen risiko yang kokoh.

“Keandalan layanan merupakan fondasi utama industri perbankan. Karena itu, Bank Mandiri terus memperkuat tata kelola digital melalui pengelolaan risiko yang komprehensif, peningkatan kapabilitas keamanan siber, serta penguatan budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi. Tata kelola yang kuat inilah yang membuat nasabah tetap merasa nyaman bersama Bank Mandiri dalam setiap interaksi dengan layanan yang tersedia,” ujar Adhika dalam keterangan resminya, Kamis (16/7/2026).

Sebagai implementasi nyata, Bank Mandiri memperkuat perlindungan pada berbagai platform digital andalannya, mulai dari Livin’ by Mandiri, Kopra by Mandiri, hingga Livin’ Merchant.

Pada aplikasi Livin’ by Mandiri, sistem keamanan diperkuat melalui fitur biometric login berbasis pengenalan wajah, smart protection yang membatasi akses ketika pengguna menerima panggilan telepon, serta fitur card control yang memungkinkan nasabah mengatur PIN maupun memblokir kartu langsung melalui aplikasi.

Sementara itu, Kopra by Mandiri menerapkan mekanisme multi-layer authorization dengan autentikasi token berbasis QR untuk menjaga keamanan transaksi nasabah korporasi. Adapun Livin’ Merchant dilengkapi berbagai metode verifikasi, seperti kata sandi, pengenalan wajah, dan PIN guna mendukung keamanan operasional pelaku usaha.

Penguatan sistem tersebut didukung oleh Security Operation Center (SOC) yang beroperasi selama 24 jam setiap hari. Pusat pengawasan ini bertugas memantau keamanan sistem teknologi informasi secara real time sekaligus mendeteksi potensi ancaman siber sejak dini.

Selain memperkuat aspek teknologi, Bank Mandiri juga terus membangun budaya keamanan informasi melalui peningkatan literasi keamanan digital bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk memastikan kebijakan keamanan informasi berjalan selaras dengan kebutuhan bisnis dan regulasi.

Komitmen tersebut diperkuat dengan berbagai sertifikasi internasional di bidang keamanan informasi, layanan teknologi berbasis cloud, operasional teknologi informasi, hingga pengelolaan Security Operation Center. Perseroan juga telah memiliki laboratorium forensik digital berstandar internasional untuk mendukung investigasi serta penanganan insiden keamanan siber.

Dari sisi tata kelola perusahaan, Bank Mandiri terus mengoptimalkan implementasi Good Corporate Governance (GCG) melalui pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi, penguatan fungsi pengendalian internal, perlindungan data, hingga pengelolaan Whistleblowing System yang independen.

Konsistensi tersebut tercermin dari capaian Corporate Governance Perception Index (CGPI) Bank Mandiri yang meraih skor 95,30, menempatkan perseroan sebagai salah satu perusahaan dengan persepsi tata kelola terbaik di Indonesia.

Seluruh penguatan tata kelola tersebut juga dijalankan dengan mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia, sehingga setiap proses bisnis berlangsung secara transparan, akuntabel, dan tetap mengedepankan perlindungan kepentingan nasabah.

Bagi sektor perbankan nasional, langkah Bank Mandiri menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap transformasi digital. Di tengah meningkatnya ancaman siber dan percepatan digitalisasi ekonomi, penguatan tata kelola tidak hanya menjadi kebutuhan internal perusahaan, tetapi juga fondasi bagi terciptanya ekosistem keuangan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

“Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi antara tata kelola, inovasi, dan manajemen risiko untuk menghadirkan layanan perbankan yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi seluruh nasabah serta pemangku kepentingan,” tutup Adhika.

Ikuti terus Navaswara.com untuk mendapatkan informasi terbaru seputar ekonomi, perbankan, bisnis, dan transformasi digital yang membangun daya saing Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *