Navaswara — Langit Jakarta sejak pagi tampak kelabu, awan bergerak pelan menutup matahari, dan sebagian warga memilih melangkah lebih cepat dengan payung di tangan. Aktivitas akhir pekan berjalan lebih hati-hati, terutama bagi pekerja sektor informal dan pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari ruang terbuka. Di tengah suasana itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika kembali mengingatkan potensi hujan yang akan mewarnai Ibu Kota dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk Minggu, 21 Desember 2025, hampir seluruh wilayah Jakarta diprediksi mengalami hujan ringan hingga sedang. Kondisi tersebut meliputi Jakarta Pusat, Utara, Barat, Timur, Selatan, serta wilayah Kepulauan Seribu.
BMKG mencatat suhu udara Jakarta berada di kisaran 25 hingga 30 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan relatif tinggi, antara 67 hingga 90 persen. Curah hujan ringan diperkirakan mendominasi sebagian besar wilayah, sementara Jakarta Selatan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Prakirawan BMKG menyampaikan bahwa pola hujan ini dipengaruhi oleh aktivitas atmosfer dan tingginya kelembapan udara di wilayah Jabodetabek, seiring dengan dinamika musim hujan yang masih berlangsung. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan di titik-titik rawan serta menyesuaikan aktivitas luar ruang.
“Warga diharapkan memperhatikan kondisi cuaca harian, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau berkendara. Hujan ringan hingga sedang dapat terjadi secara sporadis,” demikian keterangan BMKG dalam rilis prakiraan cuaca hariannya.
Dari sisi sosial dan ekonomi, kondisi cuaca ini turut berdampak pada pelaku UMKM, khususnya pedagang kaki lima, jasa transportasi, dan usaha berbasis aktivitas luar ruang. Sejumlah pelaku usaha mengaku mulai mengatur ulang jam operasional dan strategi layanan agar tetap produktif tanpa mengabaikan keselamatan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diminta memastikan kesiapan infrastruktur drainase dan layanan publik, guna meminimalkan dampak hujan terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi, serta meningkatkan kewaspadaan sebagai bagian dari upaya adaptasi menghadapi dinamika iklim perkotaan.

