India Klaim Wabah Virus Nipah di Benggala Barat Terkendali

Navaswara.com – India mengklaim telah berhasil mengendalikan wabah virus Nipah setelah mengonfirmasi dua kasus di negara bagian Benggala Barat. Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India pada 27 Januari 2026 untuk meredam kekhawatiran publik dan regional.

Dalam keterangannya, Kementerian menyebut langkah penanggulangan yang cepat dan terukur telah membantu “mengendalikan situasi tepat waktu.” Sebanyak 196 orang yang sempat melakukan kontak dengan pasien terinfeksi telah diidentifikasi, dilacak, dipantau, dan menjalani tes. Seluruh hasil pemeriksaan menunjukkan negatif.

Pemerintah India juga menegaskan klarifikasi ini dikeluarkan untuk meluruskan “angka spekulatif dan tidak akurat” yang sempat beredar di sejumlah media. Hingga kini, otoritas kesehatan menyatakan situasi masih terus dipantau secara ketat dengan penerapan berbagai langkah kesehatan masyarakat, termasuk peningkatan pengawasan, pengujian laboratorium, serta investigasi lapangan.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang pertama kali teridentifikasi pada wabah di Malaysia pada 1990-an. Virus ini dapat menular melalui kelelawar buah, babi, serta kontak antarmanusia. Hingga saat ini belum tersedia vaksin khusus, sementara penanganan difokuskan pada perawatan suportif untuk mengatasi komplikasi, seperti demam tinggi, kejang, dan muntah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat tingkat kematian akibat virus Nipah berkisar antara 40 hingga 75 persen.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah negara Asia mengambil langkah antisipatif terhadap potensi penyebaran virus. Vietnam memperkuat pengawasan di perbatasan, fasilitas kesehatan, dan tingkat komunitas. China meningkatkan pencegahan dan pengendalian epidemi di wilayah perbatasan, termasuk penilaian risiko serta pelatihan khusus bagi tenaga medis.

Indonesia dan Thailand juga memperketat pemeriksaan di bandara utama, seperti kewajiban deklarasi kesehatan, pemeriksaan suhu tubuh, dan pemantauan visual terhadap penumpang yang tiba dari luar negeri. Myanmar menyarankan warganya menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke Benggala Barat dan memperketat pemeriksaan suhu di bandara. Sementara itu, Malaysia menerapkan pemeriksaan kesehatan tambahan di pintu masuk internasional.

Kasus pertama infeksi virus Nipah pada manusia tercatat pada 1998, ketika peternak babi dan pekerja rumah potong hewan di Malaysia dan Singapura tertular dari babi yang terinfeksi, menyebabkan lebih dari 100 kematian. Sejak saat itu, wabah Nipah dilaporkan terjadi di beberapa negara, termasuk Bangladesh, Filipina, dan India. Negara bagian Kerala di India diketahui hampir setiap tahun melaporkan kasus infeksi virus Nipah sejak 2018.