Navaswara.com — Pelatih Manchester United, Michael Carrick, mengungkapkan kekecewaan setelah timnya gagal meraih kemenangan saat menghadapi Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Inggris.
Bermain di Old Trafford, Minggu (11/10) dini hari WIB, Manchester United harus puas bermain imbang 1-1 meski sempat unggul dan memiliki keuntungan jumlah pemain.
Manchester United membuka keunggulan melalui gol Bryan Mbeumo pada menit ke-73. Situasi semakin menguntungkan setelah gelandang Tottenham, Rodrigo Bentancur, menerima kartu merah pada menit ke-78 akibat insiden dengan Luke Shaw.
Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga pertandingan berakhir. Tottenham berhasil menyamakan kedudukan melalui Dominic Solanke pada menit ke-92.
Gol di menit-menit akhir tersebut membuat Manchester United kehilangan kesempatan untuk mengamankan tiga poin di hadapan pendukungnya sendiri.
Carrick mengakui timnya mengalami kesulitan pada babak pertama. Menurutnya, permainan Manchester United belum berjalan sesuai harapan, terutama dalam hal penguasaan bola dan kemampuan mengembangkan serangan.
Meski demikian, ia menilai anak asuhnya menunjukkan peningkatan setelah turun minum.
“Pertandingan ini memiliki dinamika yang beragam. Kami kesulitan pada awalnya, tetapi pada babak kedua kami tampil lebih baik dalam berbagai aspek,” ujar Carrick, dikutip dari laman resmi Manchester United.
Ia menilai Setan Merah sebenarnya sudah berada dalam posisi yang sangat menguntungkan untuk memenangkan pertandingan. Namun, timnya tidak mampu mengelola situasi dengan baik hingga akhirnya kebobolan pada menit-menit akhir.
Menurutnya, tim perlu belajar mempertahankan keunggulan dan tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk memberi ancaman berbahaya.
“Kami seharusnya bisa menuntaskan pertandingan ini, tetapi kami tidak melakukannya. Kami harus mampu mengelola situasi seperti itu,” tegasnya.
Hasil imbang tersebut menambah tekanan terhadap Carrick. Manchester United kini mengoleksi enam poin dari enam pertandingan Liga Inggris musim ini. Catatan tersebut menjadi awal musim terburuk mereka di kompetisi liga sejak musim 1986/1987.

