Semburan Lumpur Bledug Kuwu dan Kisah Jaka Linglung yang Melegenda

Navaswara.com — Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, memiliki sebuah fenomena alam yang sejak lama menarik perhatian masyarakat dan banyak wisatawan, yakni Bledug Kuwu. Kawasan ini berada di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan yang berjarak sekitar 25 kilometer dari Purwodadi.

Di sana, kita bisa melihat lumpur yang menyembur secara berkala disertai kandungan air asin dari permukaan tanahnya. Fenomena tersebut menjadikan Bledug Kuwu berbeda dari kawah lumpur pada umumnya.

Namun, bagi masyarakat setempat, keberadaan Bledug Kuwu bukan hanya fenomena alam, tapi juga berkaitan erat dengan legenda Jaka Linglung dan perjalanan pulangnya menuju Kerajaan Medang Kamulan.

Dalam cerita yang berkembang di masyarakat Grobogan, Jaka Linglung dikenal sebagai sosok ular naga raksasa yang disebut sebagai putra Aji Saka. Kisahnya memiliki beberapa versi. Salah satunya menyebutkan bahwa Jaka Linglung lahir dalam wujud ular dan mengaku sebagai anak Aji Saka.

Sang ayah sempat tidak mempercayainya, tapi Jaka Linglung akhirnya diberi kesempatan untuk membuktikan dirinya. Ia kemudian diminta menghadapi Dewata Cengkar, tokoh yang sebelumnya dikalahkan Aji Saka dan melarikan diri ke Laut Selatan. Dalam legenda tersebut, Dewata Cengkar berubah menjadi Bajul Putih atau buaya putih.

Jaka Linglung yang berangkat menuju Laut Selatan pun berhasil mengalahkan Dewata Cengkar. Setelah menyelesaikan tugasnya, ia membawa bukti kemenangan berupa rumput grinting wulung dan air laut yang terasa asin.

Dalam perjalanan kembali ke Medang Kamulan, Jaka Linglung tidak menempuh jalan biasa. Ia memilih pulang dengan menembus perut bumi. Menurut legenda, Jaka Linglung muncul di beberapa tempat dalam perjalanan pulangnya. Termasuk di Ngambak, Jono, Grabagan, Crewek, hingga Kuwu. Ketika tiba di Kuwu, Jaka Linglung dipercaya berhenti untuk melepaskan lelah.

Tempat keluarnya Jaka Linglung dari dalam tanah tersebut kemudian diyakini sebagai lokasi Bledug Kuwu yang dikenal hingga saat ini. Oleh karena itulah, masyarakat menganggap kawasan tersebut memiliki hubungan dengan perjalanan Jaka Linglung dari Laut Selatan menuju Medang Kamulan.

Dalam Serat Centhini, kisah Jaka Linglung diceritakan lewat sejumlah tembang yang menggambarkan perjalanan hidupnya hingga kematiannya. Ada pula versi yang menyebutkan bahwa tempat-tempat yang dilalui Jaka Linglung berkaitan dengan munculnya sumber lumpur di wilayah Kasanga.

Masih bisa dilihat hingga saat ini, keunikan Bledug Kuwu semakin terasa karena lumpur yang menyembur dari kawah tersebut mengandung garam. Letupan-letupannya muncul secara berkala dan berlangsung terus-menerus, menciptakan pemandangan yang khas.