Langkah Nyata Sejauh Mata Memandang Bantu Pemulihan Gempa NTT dan Karhutla Kalimantan

Navaswara.com – Jenama slow fashion lokal, Sejauh Mata Memandang (SMM), mendonasikan sebagian hasil penjualannya sepanjang bulan Agustus 2026 untuk mendukung pemulihan dua bencana besar di Indonesia: gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Inisiatif ini menjadi bentuk tanggung jawab sosial jenama tersebut terhadap masyarakat dan ekosistem lingkungan.

Bantuan ini didistribusikan secara spesifik melalui dua mitra utama. Untuk respons gempa NTT, SMM menggandeng Floresa.co dan Yayasan SunSpirit, sementara untuk penanganan karhutla di Kalimantan, penyaluran dilakukan melalui Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI).

“Seluruh tim Sejauh Mata Memandang turut berduka cita atas bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan. Di NTT, banyak orang masih menghadapi ketidakpastian setelah kehilangan tempat tinggal dan orang-orang yang mereka cintai,” ungkap Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang.

Chitra juga menyoroti kerugian ekologis yang terjadi. “Di Kalimantan, rasanya juga berat melihat hutan yang telah dirawat selama bertahun-tahun terbakar dalam waktu singkat, pohon-pohon mati, satwa kehilangan habitatnya, dan masyarakat sekitar ikut merasakan dampak asap kebakaran. Oleh karena itu, kami ingin ikut membantu dengan menyisihkan sebagian hasil penjualan Sejauh selama bulan Agustus.”

Fokus Distribusi Bantuan Tepat Sasaran

Gempa berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang NTT pada 15 Agustus lalu telah menelan setidaknya 100 korban jiwa dan memaksa lebih dari 180.000 warga mengungsi, menurut data BNPB per 24 Agustus 2026. Merespons krisis tersebut, kolaborasi SMM, Floresa.co, dan Yayasan SunSpirit mengerahkan Tim Respons Cepat Gempa Flores.

Tim ini memprioritaskan penyaluran ke wilayah terpencil yang belum tersentuh bantuan pihak lain. Setelah melalui proses verifikasi yang ketat, bantuan berupa bahan pangan, terpal, kebutuhan anak-anak, serta dukungan medis telah menjangkau 158 titik di 112 desa yang tersebar di tujuh kabupaten per 26 Agustus 2026.

Sementara itu di Kalimantan Barat, karhutla menghanguskan sekitar 30 hektare area pemulihan ekosistem kelolaan ASRI di sekitar Taman Nasional Gunung Palung, Sukadana. Kebakaran ini turut melahap sekitar 70.000 pohon yang telah ditanam dan dirawat selama empat tahun terakhir.

Dukungan dari SMM dialokasikan untuk membantu ASRI memperkuat sistem tanggap kebakaran, mulai dari pengadaan peralatan pemadam skala kecil hingga besar, serta menjamin keselamatan, kesehatan, dan kebutuhan operasional tim relawan di lapangan.

Jalan menuju pemulihan menyeluruh di NTT dan Kalimantan tentu masih panjang. Namun, inisiatif ini membuktikan bahwa langkah kolektif sekecil apa pun bisa membawa napas lega di tengah krisis. Mewakili jenamanya, Chitra menutup pesannya dengan penuh harap, “Semoga apa yang kami upayakan bersama para Sahabat Sejauh bisa sedikit meringankan beban mereka, dan menjadi bagian dari penyembuhan lingkungan yang sempat terluka.”