Film Pendek Indonesia Makin Dilirik Dunia, 3 Karya Playvul NYRA Tembus Festival

Navaswara.com — Film pendek Indonesia terus menemukan ruang di festival film internasional. Rumah produksi Playvul NYRA turut mencatat perjalanan tersebut melalui tiga film pendek, yakni More Pain, More Gain, Ambang Batas, dan Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa, yang diputar dan berkompetisi di sejumlah festival di berbagai negara.

Perjalanan ketiga film tersebut hadir dengan genre dan persoalan yang berbeda. More Pain, More Gain mengangkat body horror satir, sementara Ambang Batas dan Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa mengeksplorasi pendekatan cerita yang berkaitan dengan persoalan psikologis dan sosial.

Data Cinema Poetica menunjukkan peningkatan jumlah film Indonesia yang diputar di festival internasional. Pada 2023 terdapat 73 judul film Indonesia yang masuk festival internasional, sedangkan pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 126 judul yang tersebar di 91 festival di 36 negara.

Dari 48 penghargaan internasional yang diraih film Indonesia, sebanyak 23 penghargaan diberikan kepada film fiksi pendek. Data tersebut menempatkan film fiksi pendek sebagai kategori dengan jumlah penghargaan terbanyak dalam riset tersebut.

Co-Director Playvul NYRA, Nadina Habsjah, mengatakan film pendek memberi ruang bagi kreator untuk menyampaikan persoalan secara lebih fokus.

“Medium ini memungkinkan kami menyampaikan keresahan secara lebih fokus dan dekat dengan penonton. Melihat semakin banyaknya film pendek Indonesia yang mendapat tempat di festival internasional, kami percaya ada ruang yang semakin besar bagi cerita-cerita yang berani dan relevan untuk didengar di tingkat global,” ujar Nadina.

More Pain, More Gain meraih penghargaan Winner Short Film Competition di Stockholm International Fantastic Film Festival dan Monsters of Film 2024. Film tersebut juga menjadi Official Selection di Fantasia International Film Festival 2025, Fantaspoa 2025, dan Lift-Off Global Network Berlin 2025.

Sementara itu, Ambang Batas terpilih di Tampere Film Festival melalui kompetisi Generation XYZ dan Balinale. Kedua festival tersebut berstatus Oscar-qualifying. Film tersebut juga diputar di Final Girls Berlin Film Festival, London International Fantastic Film Festival, Anatolia International Film Festival, dan Cyprus International Film Festival.

Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa meraih penghargaan Winner 2026 Tapestry of Indonesia di Balinale untuk kategori Live-Action Asia International Competition. Film tersebut juga terpilih di Short Shorts Film Festival & Asia 2026 di Tokyo dan diputar di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF).

Yusgunawan Marto, Co-Director Playvul NYRA, mengatakan karya-karya tersebut berangkat dari kegelisahan terhadap persoalan yang belum banyak dibicarakan.

“Kami percaya film pendek memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi ide-ide yang belum memiliki ruang di medium lain,” kata Yusgunawan.

Ketiga film tersebut mengangkat isu seperti toxic masculinity, dinamika kultus modern, serta kekerasan seksual terhadap perempuan. Penulis Ambang Batas, Amanda Simandjuntak, menyebut riset dan diskusi menjadi bagian penting dalam mengembangkan cerita mengenai consent dan kekerasan seksual.

Setelah menjalani rangkaian festival, Ambang Batas kini dapat ditonton gratis melalui kanal YouTube Playvul NYRA. Playvul NYRA juga berencana memperluas kolaborasi dengan komunitas film Indonesia serta mengembangkan karya dalam format feature film dan series.