Navaswara.com – Ribuan mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) memulai perjalanan barunya di perguruan tinggi dengan sebuah pesan yang lebih besar dari sekadar pengenalan kampus: menjadi generasi muda yang berkarakter, mampu membaca perubahan zaman, dan memberikan dampak nyata bagi bangsa.
Pesan tersebut mengemuka dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPNVJ 2026 yang berlangsung pada 10–11 Agustus 2026 di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta. Mengusung tema “Muda Berkarakter Bela Negara, Berdampak Nyata untuk Bangsa”, kegiatan ini diikuti 4.612 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.

Bagi UPNVJ, PKKMB bukan sekadar seremoni untuk memperkenalkan ruang kuliah, sistem akademik, organisasi mahasiswa, atau berbagai fasilitas kampus. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pintu pertama untuk memperkenalkan identitas UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara sekaligus membangun cara pandang mahasiswa mengenai peran mereka setelah memasuki dunia perguruan tinggi.
Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm. menempatkan karakter sebagai bagian penting dari perjalanan pendidikan mahasiswa. Bela Negara, dalam konteks kehidupan mahasiswa, tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi perlu diterjemahkan melalui integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, semangat belajar, serta kemauan menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut kemudian memperoleh perspektif yang beragam dari para tokoh yang hadir sepanjang rangkaian PKKMB. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), misalnya, mengajak 4.612 mahasiswa baru melihat kampus sebagai ruang untuk mengambil bagian dalam pembangunan Indonesia. Mahasiswa tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga perlu melahirkan gagasan, inovasi, kepemimpinan, dan kontribusi bagi masyarakat.
Dari dunia pendidikan dan teknologi, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, Ph.D. membawa mahasiswa pada tantangan yang semakin dekat dengan kehidupan mereka: kecerdasan artifisial atau AI. Di tengah teknologi yang semakin mampu membantu manusia mengolah informasi dan menyelesaikan berbagai pekerjaan, kemampuan bernalar dan menjaga integritas justru menjadi semakin penting. Mahasiswa tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi harus dapat memahami, menguji, dan mempertanggungjawabkan informasi yang diperolehnya.

Perspektif lain datang dari Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Ph.D. yang mengajak mahasiswa berpikir sebagai warga dunia tanpa kehilangan karakter Indonesia. Wawasan global, kemampuan beradaptasi, dan kompetensi menghadapi perubahan harus berjalan bersama integritas, nilai kebangsaan, dan tanggung jawab terhadap bangsa.
Sementara itu, Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto membawa pesan yang sangat dekat dengan kehidupan generasi muda melalui tema “Generasi Bersih: Bela Negara Tanpa Narkoba”. Baginya, menjaga diri dari penyalahgunaan narkotika juga merupakan bentuk bela negara karena kualitas generasi muda berkaitan langsung dengan masa depan bangsa.

PKKMB juga tidak hanya berbicara mengenai negara, teknologi, dan dunia kerja. Figur publik sekaligus edukreator Jerome Polin mengajak mahasiswa mulai memetakan arah karier sejak awal perkuliahan. Masa kuliah menjadi kesempatan untuk mengenali potensi, membangun kompetensi, memperluas jejaring, dan mencoba berbagai pengalaman yang dapat menjadi bekal menuju masa depan.
Di sisi lain, pegiat sosial Inayah Wulandari Wahid mengingatkan bahwa mahasiswa juga memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan melalui karya. Karya tidak selalu harus berbentuk produk seni atau konten kreatif. Tulisan, penelitian, inovasi, aktivitas sosial, hingga berbagai bentuk kontribusi kepada masyarakat dapat menjadi medium untuk menyampaikan nilai dan harapan.
Rangkaian pembekalan tersebut memperlihatkan satu benang merah: mahasiswa UPNVJ dipersiapkan bukan hanya untuk menjadi lulusan yang memiliki ijazah, tetapi manusia yang memiliki kemampuan membaca persoalan, menentukan sikap, menghasilkan karya, dan mengambil peran.

Itulah makna penting PKKMB ketika ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Hari pertama mahasiswa di kampus tidak hanya menandai perpindahan dari bangku sekolah menuju perguruan tinggi. Ia juga menjadi awal perjalanan untuk menemukan identitas, membangun karakter, dan menentukan bagaimana ilmu yang diperoleh kelak dapat memberi manfaat.
Bela Negara pun memperoleh makna yang semakin kontekstual. Ia dapat hadir dalam bentuk integritas ketika belajar, disiplin menyelesaikan tanggung jawab, keberanian menolak narkoba, kecakapan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, kesediaan menghasilkan karya, hingga kemauan mengambil bagian dalam pembangunan.
Dari Senayan, 4.612 mahasiswa baru UPNVJ mendapatkan pesan yang sama melalui beragam perspektif: masa depan tidak cukup hanya ditunggu. Ia harus dipersiapkan sejak hari pertama. Dan perjalanan itu kini telah dimulai.
