Navaswara.com — Kontingen taekwondo Indonesia tampil dominan di hadapan publik sendiri pada nomor Poomsae 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026. Selama dua hari pertandingan, 1-2 Agustus 2026, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, para atlet tuan rumah memborong total 18 medali, terdiri dari 7 emas, 4 perak, dan 7 perunggu.
Fondasi dominasi itu sudah terlihat sejak hari pertama, ketika Indonesia langsung mengunci enam gelar juara sekaligus. Supratino Djoko tampil sebagai yang terbaik di nomor Individual Male Over 65, disusul Rhozy Muhammad Harfizh Fachriur yang berjaya di Individual Male Under 30. Dua gelar lain diraih Harsono Daniel (Individual Male Under 50) dan A. Md Ridwan (Individual Male Under 65), sementara di sektor putri, Rochmah IR. Siti naik podium teratas pada nomor Individual Female Under 60. Pasangan A.K. Nathania dan A. Hannayaka melengkapi koleksi emas hari itu lewat nomor Pair Under 30.
Selain emas, Indonesia juga menambah tiga perak melalui Vernando Joni, Yonathan Yonthathan, dan Komara Kinara Abbabiel Leninda, serta tiga perunggu dari Widjaja Sudibio, Aisy Rohadatul, dan pasangan M. Anil/A.N.R. Nasution di nomor Freestyle Pair Over 17.
Memasuki hari kedua, semangat tuan rumah tak surut. Sultan Andi menambah pundi emas lewat nomor Freestyle Individual Male Over 17, menggenapkan raihan emas Indonesia menjadi tujuh. Tim putra Under 30 menyumbang satu perak tambahan, sedangkan empat perunggu terakhir dipersembahkan tim putri Under 30, Cahya Kirana Mahiswari, Aurelia Keisha di nomor Freestyle Individual Female Over 17, dan Saputra Wawan di Freestyle Individual Male Over 17.
Sebagai penyelenggaraan kedelapan, Indonesia Open Championships kembali mempertemukan taekwondoin dari berbagai negara Asia, menjadikannya ajang uji tanding bergengsi di kalender regional. Status tuan rumah dimanfaatkan maksimal kontingen Merah Putih untuk unjuk gigi di depan pendukung sendiri.
Dengan berakhirnya nomor Poomsae pada 2 Agustus, ajang pun bergeser ke nomor Kyorugi yang berlangsung 3-5 Agustus 2026 di venue yang sama. Momentum positif dari nomor seni ini rupanya berlanjut di atas matras pertarungan. Salah satu sorotan datang dari taekwondoin kyorugi Muhammad Raihan Fadila, yang tampil impresif di kelas Under 80 kilogram putra. Ia menundukkan wakil India, Akshay Hooda, dengan skor telak 2-0 pada laga final yang digelar Senin (3/8/2026).
Torehan tersebut turut mendongkrak perolehan emas Indonesia secara keseluruhan di ajang ini. Berdasarkan laporan terbaru per 4 Agustus, jumlah emas Indonesia telah bertambah menjadi sembilan, sebuah pencapaian yang semakin menegaskan dominasi Merah Putih di kancah taekwondo Asia—baik di nomor seni maupun tarung.
Dengan Kyorugi masih menyisakan pertandingan hingga 5 Agustus, peluang Indonesia untuk terus menambah koleksi medali di rumah sendiri masih terbuka lebar, sekaligus menjadi modal berharga bagi para atlet nasional menatap ajang-ajang internasional berikutnya, termasuk persiapan menuju Olimpiade mendatang.

