Navaswara.com – Pameran tunggal bertajuk “Once, Twice, ..” menghadirkan cara pandang yang berbeda tentang proses seorang seniman ketika berkarya. Melalui pameran ini, Luqi Lukman mengajak kita memahami bahwa sebuah karya seni tidak selalu memiliki titik akhir.
Alih-alih mengejar hasil akhir yang sempurna, ia justru menempatkan proses, perubahan, dan pengulangan sebagai bagian penting dari perjalanan kreatif.
Pameran yang berlangsung di D Gallerie, Jakarta, dari 27 June – 26 July 2026 ini dikuratori oleh Yosefa Aulia. Tak hanya menampilkan karya-karya terbaik, sang seniman juga ingin gelaran ini menjadi ruang bagi pengunjung untuk menyaksikan bagaimana sebuah karya terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Judul “Once, Twice, ..” menggambarkan siklus yang terus berulang. Setiap pengulangan bukan sekadar “mengulang” langkah yang sama, tapi justru menghadirkan kemungkinan baru.
Luqi memanfaatkan arsip pribadi berupa gambar, potongan kertas, serpihan material, hingga benda-benda bekas yang telah ia kumpulkan selama bertahun-tahun.
Semua elemen tersebut kemudian dipotong, disusun ulang, dipindahkan, dan dirangkai kembali menjadi bentuk-bentuk baru yang tidak pernah benar-benar selesai.
Pendekatan tersebut membuat sebuah gambar dapat berubah menjadi bahan dasar bagi karya lain. Sementara material yang semula berfungsi sebagai penyangga justru menjadi bagian utama dari komposisi berikutnya.
Luqi juga memadukan berbagai material seperti kayu, kertas, kaca, kawat baja, pita, hingga jejak tinta dan spidol yang saling berinteraksi membentuk susunan visual yang kompleks.
Salah satu yang menarik adalah pameran ini tidak berusaha menyampaikan satu pesan yang mutlak. Sebaliknya, kita diberikan kebebasan untuk menemukan makna melalui pengalaman masing-masing.
Proses mengamati setiap lapisan, tekstur, dan hubungan antarobjek menjadi pengalaman yang sama pentingnya dengan menikmati hasil akhirnya.
Melalui “Once, Twice, ..”, Luqi Lukman memperlihatkan bahwa nilai sebuah karya tidak hanya terletak pada bentuk akhirnya, tapi juga pada perjalanan panjang dalam prosesnya.

