Jejak Martha Tilaar, Merintis Bisnis dari Garasi hingga Menjadi Legenda Kecantikan

Navaswara.com — Industri kecantikan Indonesia kehilangan salah satu tokoh pentingnya, yakni Martha Tilaar. Pendiri Martha Tilaar Group ini dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (14/10) dalam usia 89 tahun.

Sepanjang perjalanan kariernya, ia tidak hanya membangun bisnis kecantikan, tapi juga mendedikasikan diri untuk mengangkat kekayaan alam dan tradisi perawatan Nusantara.

Berawal dari Salon Sederhana

Perjalanan Martha Tilaar membangun bisnis kecantikan dimulai pada 1970 silam. Saat itu, ia membuka salon sederhana di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Berbekal pendidikan kecantikan yang ia tempuh di Amerika Serikat, Martha mengembangkan usahanya dengan memadukan pengetahuan kosmetologi modern dan perawatan tradisional Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, usahanya terus berkembang hingga melahirkan Martha Tilaar Group. Tujuh tahun kemudian atau pada 1977, ia bersama mitra bisnisnya mendirikan PT Martina Berto dan mengembangkan Sariayu, merek kosmetik yang mengangkat bahan alami serta inspirasi kecantikan Nusantara.

Bisnisnya pun meluas ke berbagai bidang, mulai dari produksi kosmetik, perawatan tubuh, salon, spa, hingga pendidikan seputar kecantikan. Selain Sariayu, sejumlah merek lain juga berkembang di bawah kelompok usahanya, termasuk Biokos dan PAC.

Dedikasi untuk Perempuan dan Budaya Nusantara

Dedikasi Martha tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis. Berbekal kecintaannya pada bidang ini, ia juga secara konsisten mengangkat kekayaan alam Indonesia sebagai inspirasi produk kecantikan modern.

Melalui pendekatan tersebut, ia memperkenalkan tradisi perawatan berbahan alami kepada lebih banyak masyarakat sekaligus memperkuat identitas produk lokal di tengah persaingan industri.

Tak sampai di situ, sosok kelahiran 4 September 1937 ini juga turut memberikan perhatian terhadap pemberdayaan perempuan dan pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan kecantikan.

Kiprahnya kemudian mendapat pengakuan melalui berbagai penghargaan. Termasuk Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari pemerintah Indonesia pada 2016 lalu.

Kepergian Martha Tilaar meninggalkan jejak panjang dalam perkembangan industri kecantikan Tanah Air. Melalui berbagai inovasi dan dedikasinya memperkenalkan bahan alami serta tradisi perawatan Nusantara, ia membuktikan bahwa kekayaan lokal dapat menjadi fondasi bagi bisnis yang berdaya saing kuat.