Jelajah 6 Museum di Indonesia dengan Arsitektur yang Penuh Cerita

Navaswara.com — Museum punya daya tarik yang beragam. Ada yang memikat lewat koleksinya, ada pula yang membuat pengunjung ingin mengenal sejarah melalui bentuk bangunannya. Enam museum di Indonesia ini menawarkan keduanya, dengan arsitektur yang menyimpan cerita budaya, seni, hingga perjalanan bangsa.

1. Museum Bahari Bintan, Kepulauan Riau

Dari luar, Museum Bahari Bintan tampak menyerupai kapal tradisional kajang. Bentuk bangunannya merepresentasikan identitas maritim Kabupaten Bintan, wilayah pesisir yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan laut.

Diresmikan pada 2006, museum ini mengangkat kekayaan budaya bahari melalui pameran yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pesisir. Salah satu hal menarik untuk ditelusuri ialah tradisi kelong, yakni sarana penangkapan ikan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

2. Museum Affandi, Yogyakarta

Atap Museum Affandi memiliki bentuk menyerupai pelepah daun pisang. Pelukis Affandi merancang sendiri bangunan tersebut, terinspirasi pengalaman masa kecil ketika keluarganya menggunakan daun pisang untuk melindungi tubuh saat menghadapi wabah cacar air.

Galeri pertamanya selesai dibangun pada 1962 dan menjadi ruang untuk menyimpan sekaligus memamerkan karya sang maestro. Koleksinya mencakup lukisan, sketsa, patung, serta sejumlah benda pribadi yang merekam perjalanan keseniannya.

3. Museum Simalungun, Pematangsiantar

Identitas budaya Batak Simalungun terlihat pada arsitektur Museum Simalungun. Bentuk bangunannya mengadaptasi rumah tradisional setempat, dilengkapi ornamen dan warna yang memiliki makna dalam kebudayaan masyarakatnya.

Pembangunan museum dimulai pada April 1939 dan rampung pada Desember tahun yang sama. Awalnya bernama Rumah Pusaka Simalungun, museum ini diresmikan pada 30 April 1940 melalui upacara adat, dengan tujuan melestarikan warisan budaya Simalungun.

4. Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh

Dirancang oleh arsitek Ridwan Kamil, Museum Tsunami Aceh memadukan unsur arsitektur tradisional dengan gagasan bangunan yang berfungsi sebagai tempat evakuasi. Desainnya memenangkan sayembara internasional pada 2007 dan museum diresmikan pada 2009.

Fasad bangunannya mengadaptasi pola tari Saman, sedangkan konsep rumah panggung Aceh hadir dalam rancangan lantai dasarnya. Pengunjung juga dapat melewati lorong yang menggambarkan suasana bencana, sebelum memasuki ruang perenungan untuk mengenang para korban tsunami 2004.

Bagian atap dirancang sebagai bukit evakuasi yang dapat dimanfaatkan ketika terjadi bencana. Perpaduan fungsi memorial, edukasi kebencanaan, dan mitigasi menjadikan museum ini memiliki peran penting bagi masyarakat Aceh.

5. Museum Geologi, Bandung

Gedung Museum Geologi Bandung memiliki gaya Art Deco yang mencerminkan perkembangan arsitektur pada awal abad ke-20. Bangunan ini awalnya bernama Geologisch Laboratorium dan dirancang oleh arsitek Menalda van Schouwenburg.

Pembangunannya dimulai pada pertengahan 1928, berlangsung selama 11 bulan dengan melibatkan 300 pekerja, lalu diresmikan pada 16 Mei 1929. Semula digunakan untuk kegiatan penelitian geologi dan penyimpanan sampel batuan, mineral, serta fosil, gedung ini kemudian berkembang menjadi museum edukasi kebumian.

6. Museum Balaputera Dewa, Palembang

Museum Balaputera Dewa menyimpan jejak budaya Sumatera Selatan melalui koleksi rumah tradisional, termasuk Rumah Limas dan Rumah Ulu. Keduanya berada di bagian belakang kompleks museum dan memperlihatkan kekayaan arsitektur rumah adat setempat.

Rumah Limas yang diperkirakan dibangun pada 1830 memiliki atap bertingkat dan ukiran khas Palembang. Bangunan kayu ini juga dikenal melalui gambar Rumah Limas yang pernah menghiasi uang kertas pecahan Rp10.000. Nama museum sendiri diambil dari Balaputradewa, penguasa Sriwijaya pada abad ke-9.

Mengunjungi museum bisa menjadi cara menarik untuk mengenal sejarah dan budaya Indonesia dari sudut pandang yang berbeda. Lewat bentuk atap, ornamen, hingga tata ruangnya, setiap bangunan menyimpan kisah yang layak ditelusuri. Museum mana yang paling membuat Anda penasaran untuk dikunjungi?