Navaswara.com — Candi Selogriyo merupakan situs peninggalan sejarah Hindu yang terletak di Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Berada di lereng timur Gunung Sumbing, candi ini diperkirakan berasal dari abad ke-8 Masehi dan ditemukan oleh Residen Kedu, Hartmann, pada tahun 1835. Selain menyimpan nilai sejarah dan budaya, Candi Selogriyo juga menawarkan panorama perbukitan hijau dan persawahan terasering yang memanjakan mata.
Candi yang berukuran relatif kecil ini memiliki bentuk dasar menyerupai palang dan berdiri sendiri tanpa candi pendamping. Selain keberadaannya yang hanya satu, keunikan lainnya terlihat dari hiasan pada dinding yang menampilkan arca dewa-dewa Hindu.
Di sisi utara terdapat arca Durga Mahisasuramardini yang menggambarkan peristiwa saat Dewi Durga mengalahkan kerbau jelmaan raksasa Mahisasura. Arca ini menjadi simbol kemenangan kebaikan atas kejahatan. Sedikit memutar, kita bisa melihat arca Ganesha, yakni dewa ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan di sisi barat.
Sementara, sisi selatan menampilkan arca Agastya, seorang resi yang dihormati dalam tradisi Hindu. Terakhir, di sisi timur terdapat relung yang berkaitan dengan penjaga pintu, yakni Nandiswara dan Mahakala.
Tak hanya menawarkan wisata edukasi, Candi Selogriyo juga dikelilingi lanskap alam yang begitu indah. Seperti terasering milik masyarakat setempat, perbukitan nan hijau, dan kawasan pedesaan yang masih asri
Setibanya di lokasi, kita bisa mengamati arsitektur candi, mempelajari relief dan arca, serta mengabadikan pemandangan alam di sekitarnya dengan lensa kamera. Tak kalah menarik pula jika kita hanya ingin duduk bersantai sambil menikmati semilir angin pengunungan yang sangat sejuk.
Sebagai situs bersejarah yang disakralkan, kita juga harus menjaga kebersihan, berpakaian sopan, serta tidak menyentuh atau merusak bagian candi. Jika ingin bertandang, waktu terbaiknya adalah pagi hari ketika udara masih sejuk dan cahaya matahari mendukung kegiatan berjalan kaki maupun berfoto.

