Navaswara.com — Olahraga tidak hanya berkaitan dengan kebugaran tubuh. Analisis terhadap 218 penelitian menunjukkan aktivitas fisik juga dapat membantu mengurangi gejala depresi, dengan manfaat yang ditemukan pada sejumlah jenis latihan seperti jalan kaki, jogging, yoga, dan latihan kekuatan.
Studi tersebut diterbitkan dalam The BMJ pada 2024 dengan melibatkan 14.170 peserta. Peneliti membandingkan berbagai bentuk olahraga dengan perawatan yang sudah digunakan untuk depresi, termasuk psikoterapi dan antidepresan.
Intensitas Latihan Ikut Berpengaruh
Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara intensitas olahraga dan besarnya perbaikan gejala depresi. Aktivitas dengan intensitas lebih tinggi cenderung memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan latihan dengan intensitas lebih rendah.
Beberapa jenis aktivitas juga menunjukkan hasil yang cukup konsisten. Jalan kaki atau jogging, yoga, latihan kekuatan, latihan aerobik campuran, tai chi atau qigong, serta dance termasuk bentuk olahraga yang diteliti.
Meski demikian, peneliti mencatat kualitas bukti berbeda-beda pada setiap jenis olahraga. Karena itu, hasil penelitian tidak berarti semua orang dengan depresi akan mendapatkan manfaat yang sama dari jenis atau intensitas latihan tertentu.
Berapa Lama Olahraga Memberikan Manfaat?
Temuan lain berasal dari tinjauan terhadap berbagai systematic review yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine pada 2023.
Studi yang dipimpin Ben Singh tersebut menemukan aktivitas fisik berkaitan dengan perbaikan gejala depresi, kecemasan, dan distress psikologis. Untuk depresi, program latihan hingga 12 minggu menunjukkan efek yang lebih besar dibandingkan program dengan durasi lebih panjang dalam analisis tersebut.
Temuan ini tidak berarti olahraga selama lebih dari 12 minggu tidak bermanfaat. Hasil penelitian lebih menunjukkan bahwa program dengan durasi hingga 12 minggu memberikan efek yang cukup besar dalam data yang dianalisis.
Penelitian Juga Melihat Kondisi Mental Lain
Manfaat aktivitas fisik tidak hanya diteliti pada depresi. Sejumlah penelitian juga melihat pengaruh olahraga terhadap kondisi kesehatan mental dan fungsi kognitif lainnya.
Pada skizofrenia, misalnya, systematic review dan network meta-analysis yang diterbitkan dalam Scientific Reports pada 2024 menganalisis 25 penelitian dengan 1.441 peserta. Yoga termasuk jenis latihan yang dikaitkan dengan perbaikan gejala negatif skizofrenia.
Penelitian lain juga melihat aktivitas fisik pada anak dan remaja dengan ADHD. Sejumlah studi menunjukkan latihan fisik dapat berkaitan dengan perbaikan gejala ADHD dan fungsi eksekutif, termasuk kemampuan mengendalikan diri, merencanakan sesuatu, dan mempertahankan perhatian.
Berbagai penelitian tersebut menempatkan olahraga sebagai salah satu pilihan yang dapat mendukung kesehatan mental. Aktivitas fisik juga dapat berjalan bersama penanganan dari psikolog, psikiater, maupun tenaga kesehatan sesuai kebutuhan seseorang.
Bagi yang belum terbiasa berolahraga, aktivitas seperti jalan cepat, jogging ringan, yoga, atau latihan kekuatan dapat menjadi pilihan awal. Jenis dan intensitas latihan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi fisik serta kemampuan masing-masing.
