TACO Kolaborasi dengan Filosofi Teras, Material Jadi Bagian dari Cerita Film

Navaswara.com — Film Filosofi Teras yang diadaptasi dari buku bestseller karya Henry Manampiring akan segera hadir di layar lebar pada akhir tahun 2026. Film drama keluarga ini dibintangi Sherina Munaf sebagai Nea dan Ge Pamungkas sebagai Dio, pasangan Nea yang berprofesi sebagai arsitek.

Menjelang perilisannya, Filosofi Teras juga memperkenalkan kolaborasi dengan TACO, perusahaan penyedia solusi building material. Kolaborasi tersebut mempertemukan kebutuhan produksi film dengan eksplorasi material yang digunakan untuk membangun ruang dalam cerita.

Dalam produksi film, TACO Flooring Vinyl dan Lem TACO Active digunakan untuk mendukung kebutuhan ruang serta tampilan visual. Pemilihan material disesuaikan dengan karakter, atmosfer, dan konsep visual yang ingin dibangun pada setiap ruang.

Bagi tim produksi, detail ruang menjadi salah satu elemen penting dalam menerjemahkan cerita dari buku ke layar. Material yang digunakan tidak hanya mempertimbangkan fungsi, tetapi juga warna, tekstur, serta karakter ruang yang ingin ditampilkan.

Anastasia Tirtabudi, Chief Marketing Officer PT Tangkas Cipta Optimal (TACO), mengatakan kolaborasi tersebut menjadi kesempatan bagi TACO untuk melihat pemanfaatan material dari perspektif industri kreatif.

“Bagi TACO, kolaborasi ini merupakan kesempatan untuk melihat material dari perspektif yang lebih luas. Material tidak hanya membangun sebuah ruang, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kreativitas dan cerita. Melalui kolaborasi dengan MD Entertainment, kami ingin mengeksplorasi bagaimana material dapat mendukung kebutuhan industri kreatif sekaligus membuka kemungkinan baru dalam pemanfaatannya,” ujar Anastasia.

Ketika Material Mendukung Storytelling

Dalam film, ruang dapat membantu penonton mengenali karakter dan situasi yang sedang dihadirkan. Hal tersebut menjadi perhatian dalam proses pemilihan material untuk Filosofi Teras, termasuk ketika tim produksi membangun ruang yang menggambarkan kehidupan Nea dan keluarganya.

Astrid Suryatenggara, Chief Communication Officer MD Entertainment, mengatakan material TACO dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan ruang sekaligus konsep kreatif film.

“Film merupakan sebuah karya yang dibangun melalui kolaborasi berbagai elemen dan keahlian. Dalam bekerja bersama TACO, kami melihat adanya keselarasan antara expertise TACO di bidang building material dengan kebutuhan dan cerita yang ingin kami hadirkan dalam Filosofi Teras,” kata Astrid.

Menurutnya, penggunaan material tersebut diupayakan tetap menyatu dengan konsep visual yang telah dibangun tim produksi. Kolaborasi lintas industri ini juga membuka perspektif baru mengenai bagaimana detail material dapat memperkaya proses produksi sebuah film.

Hal serupa disampaikan Affandi Abdul Rachman, sutradara Filosofi Teras. Ia melihat rumah sebagai bagian dari cara film menggambarkan kehidupan Nea dan keluarganya yang dekat dengan keseharian.

“Dalam Film Filosofi Teras, rumah menjadi bagian dari cara kami menghadirkan kehidupan Nea sekeluarga apa adanya dan dekat dengan keseharian penonton. Karena itu, detail material menjadi penting untuk mengangkat karakter, warna, dan tekstur yang membuat sebuah ruang terasa personal dan believable,” ujar Affandi.

Ia menambahkan, material juga membantu membentuk suasana rumah sebagai tempat yang nyaman dan menjadi ruang pemulihan bagi karakter di dalam cerita.

Kolaborasi TACO dan MD Entertainment ini diumumkan dalam rangkaian Indonesia Design Week (IDW) 2026. Dalam ajang tersebut, TACO juga menghadirkan sejumlah kolaborasi kreatif dan workshop interaktif bagi pengunjung.

Salah satunya adalah TACO Tumbler Lab: Design Your Own TACO PVC Sheet Tumbler yang berlangsung di TACO Experience Center, IDD PIK 2.

Sementara itu, perjalanan Filosofi Teras dari buku ke layar membawa perhatian pada detail-detail visual yang membentuk dunia para karakternya. Dalam konteks tersebut, ruang dan material menjadi bagian dari proses menerjemahkan cerita ke dalam bahasa visual yang dapat dinikmati penonton.