Mengenal Candi Sukuh, Candi Unik Peninggalan Majapahit di Lereng Gunung Lawu

Navaswara.com — Jawa Tengah telah lama dikenal sebagai kawasan yang memiliki banyak candi dan wisata sejarah. Candi Sukuh merupakan salah satu yang menarik untuk dikunjungi di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Berada di ketinggian sekitar 910 meter di atas permukaan laut, candi bercorak Hindu ini memiliki karakter yang berbeda dari kebanyakan candi di Indonesia. Dibangun pada abad ke-15, Candi Sukuh merupakan peninggalan dari masa-masa akhir Kerajaan Majapahit.

Kompleks Candi Sukuh berlokasi di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, dengan luas sekitar 5.500 meter persegi. Kawasan candi ini tersusun dalam tiga teras berundak yang semakin tinggi menuju bagian paling sakral.

Bentuk tersebut memperlihatkan pengaruh konsep punden berundak yang telah dikenal dalam tradisi megalitik Nusantara. Keunikan Candi Sukuh juga semakin terasa melalui relief dan arca yang menghiasi kompleksnya.

Salah satu bagian yang paling banyak menarik perhatian wisatawan adalah arca-arca yang menggambarkan simbol kesuburan, asal mula kehidupan, serta hubungan antara unsur laki-laki dan perempuan.

Selain itu, Candi Sukuh juga menyimpan sejumlah relief yang berkaitan dengan kisah pewayangan dan mitologi Hindu-Jawa. Di antaranya terdapat kisah Garudeya, Sudhamala, hingga Nawaruci atau Bima Suci.

Cerita-cerita tersebut menggambarkan perjalanan manusia, perjuangan menghadapi berbagai persoalan, proses penyucian diri, serta pencarian kesempurnaan spiritual. Gaya reliefnya juga memiliki ciri khas masa akhir Majapahit dengan figur yang cenderung simbolis, tidak selalu proporsional, dan memiliki kemiripan dengan karakter dalam wayang kulit.

Keberadaan Candi Sukuh menjadi semakin menarik, karena sejumlah bagian bangunannya menyimpan simbol dan cerita yang masih menjadi penelitian hingga saat ini. Candi ini sendiri ditemukan dalam kondisi runtuh pada tahun 1815. Kala itu, merupakan masa-masa pemerintahan Inggris di Jawa dan kemudian mendapat upaya pelestarian pada awal abad ke-20.

Hingga kini, Candi Sukuh tidak hanya menjadi peninggalan arkeologi, tapi juga destinasi wisata sejarah dan budaya yang menawarkan pengalaman berbeda. Lingkungannya yang berada di lereng Gunung Lawu membuat suasana kawasan terasa sejuk dan asri.

Dari kompleks candi, kita bisa menikmati perpaduan antara peninggalan masa Majapahit, lanskap pegunungan, serta kekayaan kisah yang tersimpan dalam setiap reliefnya.

Fasilitas di kawasan Candi Sukuh juga terbilang sudah cukup lengkap, seperti area parkir, toilet, serta warung atau tempat untuk membeli makanan dan minuman di sekitar kawasan.