Kenali Tiga Proses Biologis yang Bisa Membuat Tubuh Terasa Cepat Tua

Navaswara.com  — Usia bertambah setiap tahun, tetapi kondisi tubuh tidak selalu mengikuti angka pada kartu identitas. Ada orang yang masih aktif dan bugar di usia tertentu, sementara sebagian lainnya mulai mudah lelah, pegal, atau sulit pulih meski usianya relatif muda.

Penuaan memang merupakan proses biologis yang tidak bisa dihentikan. Namun, laju perubahan tubuh dipengaruhi banyak hal, termasuk proses yang berlangsung di tingkat sel. Beberapa proses tersebut berkaitan dengan peradangan kronis, penurunan fungsi mitokondria, dan pemendekan telomer.

Ketiganya merupakan bagian dari mekanisme penuaan yang terus diteliti. Gaya hidup juga berperan dalam menjaga agar proses tersebut tidak berlangsung lebih cepat dari yang seharusnya.

Peradangan yang Berlangsung Terus-Menerus

Peradangan sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh ketika menghadapi infeksi atau cedera. Masalah muncul ketika respons tersebut berlangsung dalam jangka panjang dengan tingkat yang rendah.

Kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan istilah inflammaging, yaitu peradangan kronis yang berkaitan dengan proses penuaan. Sejumlah perubahan pada tubuh seiring bertambahnya usia dapat berkontribusi terhadap kondisi tersebut, termasuk meningkatnya jumlah sel senesen atau sel yang sudah kehilangan kemampuan untuk membelah secara normal.

Sel-sel tersebut dapat mengeluarkan berbagai molekul yang memicu respons peradangan. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut berkaitan dengan berbagai perubahan pada tubuh, mulai dari fungsi jaringan yang menurun hingga meningkatnya risiko sejumlah penyakit kronis.

Mitokondria Mulai Kehilangan Efisiensi

Tubuh membutuhkan energi agar setiap sel dapat menjalankan fungsinya. Salah satu pemain utama dalam proses tersebut adalah mitokondria, organel yang kerap disebut sebagai penghasil energi bagi sel.

Seiring bertambahnya usia, fungsi mitokondria dapat mengalami perubahan. Kemampuan menghasilkan energi menjadi kurang efisien, sementara gangguan pada sistem pengelolaan radikal bebas dapat meningkat.

Perubahan tersebut ikut memengaruhi kemampuan tubuh dalam mempertahankan fungsi sel. Dampaknya bisa terasa melalui tubuh yang lebih mudah lelah, pemulihan otot yang lebih lambat, maupun penurunan kapasitas fisik.

Aktivitas fisik menjadi salah satu faktor yang dapat membantu menjaga fungsi mitokondria. Latihan aerobik maupun latihan kekuatan diketahui berkaitan dengan peningkatan kapasitas metabolik dan kebugaran tubuh.

Telomer Terus Memendek

Ada pula telomer, struktur pelindung yang berada di ujung kromosom. Cara kerjanya kerap dianalogikan seperti lapisan plastik pada ujung tali sepatu yang membantu mencegah bagian tersebut terurai.

Setiap kali sel membelah, telomer cenderung memendek. Ketika mencapai panjang tertentu, sel dapat berhenti membelah dan memasuki kondisi senesensi.

Pemendekan telomer merupakan bagian dari proses biologis normal. Namun, sejumlah faktor seperti stres oksidatif dan peradangan kronis dapat memengaruhi proses tersebut. Karena itu, menjaga kesehatan secara keseluruhan menjadi salah satu cara untuk membantu mempertahankan fungsi sel seiring bertambahnya usia.

Kebiasaan Sehari-hari Punya Peran Besar

Tidak ada cara untuk membuat tubuh berhenti menua. Namun, sejumlah kebiasaan sehari-hari dapat membantu menjaga kesehatan sel dan memperlambat sejumlah perubahan yang berkaitan dengan penuaan.

Aktivitas fisik teratur, misalnya, membantu mempertahankan massa otot, kebugaran jantung, dan fungsi metabolisme. Tidur yang cukup memberi kesempatan bagi tubuh untuk menjalankan berbagai proses pemulihan.

Pola makan juga berpengaruh. Asupan sayur, buah, sumber protein, biji-bijian, dan lemak sehat dapat mendukung kebutuhan nutrisi tubuh. Sebaliknya, konsumsi makanan ultra-proses dan gula tambahan secara berlebihan sebaiknya dibatasi.

Stres kronis juga perlu mendapat perhatian. Ketika berlangsung terus-menerus, stres dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh, termasuk tidur, metabolisme, dan respons peradangan.

Merokok serta konsumsi alkohol berlebihan turut berkaitan dengan kerusakan sel dan berbagai masalah kesehatan sehingga menghindarinya menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Jadi, tubuh yang terasa lebih tua dari usia sebenarnya tidak selalu berkaitan dengan angka usia. Ada banyak proses biologis yang ikut menentukan bagaimana tubuh berubah dari waktu ke waktu.

Tidak perlu mencari jalan pintas lewat produk yang menjanjikan awet muda dalam waktu singkat. Menjaga tubuh tetap aktif, tidur cukup, makan dengan gizi seimbang, mengelola stres, dan menghindari kebiasaan yang merusak kesehatan justru punya dasar yang lebih kuat untuk menjaga tubuh tetap bugar seiring bertambahnya usia.