Navaswara.com — Industri kecantikan Indonesia semakin menunjukkan langkah baru dalam mengembangkan inovasi berbasis riset. Tidak lagi hanya mengandalkan bahan aktif dari luar negeri, sejumlah brand lokal mulai menggali potensi biodiversitas Nusantara untuk melahirkan teknologi skincare yang dikembangkan di dalam negeri.
Salah satunya dilakukan From This Island, brand skincare yang didirikan Maudy Ayunda bersama Patricia Davina. Sejak 2023, perusahaan tersebut menjalin kolaborasi dengan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan EBM SciTech untuk mengembangkan PolyAcNix™, bahan aktif yang berasal dari Tamanu Oil asal Sulawesi.
Selama lebih dari dua tahun, penelitian difokuskan pada pemanfaatan kandungan Tamanu melalui pendekatan ilmiah agar mampu membantu melawan bakteri penyebab jerawat sekaligus mendukung regenerasi kulit. Hasil riset tersebut juga tengah dipersiapkan menuju publikasi ilmiah di bidang kosmetik dan dermatologi.
Tamanu dipilih karena telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai tanaman yang membantu proses penyembuhan kulit. Bersama tim peneliti ITB, potensi tersebut kemudian dikembangkan menjadi bahan aktif yang diformulasikan khusus untuk perawatan kulit berjerawat.
Hasil kolaborasi itu diwujudkan melalui peluncuran Tamanu Acne Series, yang terdiri atas Tamanu Acne Defense Serum dan Tamanu Rapid Acne Spot Treatment. Keduanya mengombinasikan PolyAcNix™ dengan sejumlah bahan aktif dermatologis untuk membantu mengurangi jerawat, meredakan kemerahan, serta menjaga skin barrier.
Tamanu Acne Defense Serum diperkaya Smart AI Peptide, 2% Salicylic Acid, Panthenol, dan Madecassoside. Produk ini juga telah melalui uji dermatologis, dapat digunakan pada kulit sensitif, serta mengantongi sertifikasi halal, vegan, dan cruelty-free.
Dalam uji klinis, Tamanu Acne Defense Serum menunjukkan penurunan jerawat meradang pada 81 persen subjek setelah penggunaan selama 14 hari. Hasil pengujian laboratorium juga mencatat tampilan pori berkurang hingga 86,8 persen. Sementara berdasarkan penilaian pengguna, 97 persen responden merasa produk membantu mengontrol jerawat, 94 persen menyatakan jerawat lebih cepat membaik, 82 persen merasakan komedo berkurang, dan 88 persen menilai kulit menjadi tidak terlalu berminyak.
Sementara itu, Tamanu Rapid Acne Spot Treatment menunjukkan hasil berupa penurunan kemerahan dan produksi minyak berlebih. Sebanyak 88 persen subjek juga mengaku kondisi jerawat mereka membaik setelah penggunaan.
Maudy Ayunda mengatakan pengembangan Tamanu Acne Series berangkat dari keyakinan bahwa inovasi skincare perlu dibangun melalui penelitian, bukan hanya formulasi produk.
“Kami percaya masa depan industri kecantikan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam yang kita miliki, tetapi juga oleh kemampuan mengubahnya menjadi inovasi berbasis riset. Karena itu, kami memilih memulai dari laboratorium. PolyAcNix™ merupakan hasil kolaborasi bersama Sekolah Farmasi ITB dan EBM SciTech sekaligus langkah awal kami membangun intellectual property yang berasal dari Indonesia dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Maudy.
Dekan Sekolah Farmasi ITB, Prof. apt. Diky Mudhakir, Ph.D., menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana hasil penelitian akademik dapat diterapkan oleh industri.
Menurutnya, pengembangan PolyAcNix™ menunjukkan bahwa potensi tanaman lokal dapat dioptimalkan melalui pendekatan ilmiah hingga menjadi bahan aktif yang bermanfaat bagi kulit. Ia juga berharap sinergi antara perguruan tinggi dan industri dapat terus mendorong hilirisasi riset sehingga inovasi yang lahir di laboratorium mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi From This Island, pengembangan PolyAcNix™ menjadi langkah awal untuk terus menghadirkan inovasi berbasis biodiversitas Indonesia melalui kolaborasi dengan institusi akademik dan mitra riset. Pendekatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kekayaan alam Indonesia dapat berkembang menjadi teknologi skincare yang memiliki daya saing di pasar global.

