Menton, Kota Perbatasan Prancis-Italia yang Punya Festival Lemon Unik

Navaswara.com – Di perbatasan Prancis dan Italia, Menton hadir sebagai kota kecil dengan perpaduan budaya, sejarah, dan pariwisata yang unik.

Sebagai wilayah perbatasan, Menton memiliki sejarah panjang dan sering berganti kekuasaan. Kota tepi laut ini pernah dikuasai keluarga Grimaldi dari Monako, lalu berada di bawah Kerajaan Sardinia, sebelum resmi menjadi bagian dari Prancis pada 1860.

Menurut The Guardian, perjalanan sejarah tersebut membuat Menton memiliki identitas budaya yang beragam.

Pada Perang Dunia II, Menton bahkan sempat dianeksasi oleh Italia. Jejaknya masih terasa hingga kini, baik dalam budaya maupun kehidupan sehari-hari warga.

Pengaruh dua negara terlihat jelas dari lanskap kota. Nama jalan di Menton memadukan unsur Prancis dan Italia. Kota ini juga pernah menjadi tempat tinggal tokoh Eropa, mulai dari Ratu Victoria hingga penulis Vicente Blasco Ibáñez.

Di kawasan pemakaman Vieux Château, terdapat makam William Webb Ellis, sosok yang dikaitkan dengan lahirnya olahraga rugby.

Sementara, sentuhan seni hadir melalui karya Jean Cocteau yang menghiasi ruang pernikahan kota sejak 1955.

Festival Lemon, Ikon Menton

Jika harus memilih simbol kota ini, jawabannya adalah lemon.

Berkat iklim mikro yang hangat, Menton menghasilkan lemon dengan karakter unik, yakni kulit tebal, rasa manis, dan sangat berair.

Setiap akhir Februari hingga Maret, Menton menggelar Festival Lemon (Fête du Citron), yang sudah berlangsung sejak 1934.

Festival ini menarik sekitar 200 ribu hingga 250 ribu pengunjung setiap tahun. Parade, patung raksasa dari buah, hingga dekorasi kota berbahan lemon menjadi daya tarik utama.

Strategi Wisata yang Berbeda

Berbeda dari kota Riviera lain seperti Nice atau Cannes yang ramai di musim panas, Menton justru menarik wisatawan di akhir musim dingin lewat festival ini.

Letaknya yang dekat dengan Italia juga jadi nilai tambah. Wisatawan bisa dengan mudah berkunjung ke Sanremo atau Dolceacqua dalam satu perjalanan.

Alih-alih bersaing dengan destinasi glamor, Menton membangun citra sebagai kota dengan suasana santai dan kaya budaya.

Dengan lebih dari 300 hari cerah setiap tahun, Menton tetap menarik dikunjungi sepanjang tahun.

Menton mungkin bukan yang paling populer di Riviera. Namun, justru di situlah daya tariknya, perpaduan budaya lintas negara dan suasana kota yang tenang membuatnya terasa berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *