Satu Dekade IPEMI, Ingrid Kansil Konsisten Dukung Para Pengusaha Muslimah

Navaswara.com – Perempuan dan bisnis, dua kata yang kini tak lagi terpisah di era modern. Ketika berbicara soal pemberdayaan ekonomi perempuan muslimah di Indonesia, nama Ingrid Kansil hampir selalu disebut. Sosok yang memimpin Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) ini membuktikan bahwa kekuatan kolektif perempuan mampu menggerakkan roda perekonomian, dari skala lokal hingga internasional.

Saat dijumpai Navaswara, Ingrid Kansil tampak bersemangat berbagi insight. Perempuan yang akrab disapa Ingrid ini memang memiliki energi luar biasa dalam menggerakkan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), organisasi yang tumbuh menjadi wadah yang tak hanya menginspirasi, tapi juga telah berkembang pesat menjangkau seluruh Nusantara hingga mancanegara.

Ia menjelaskan tentang persiapan acara tahunan IPEMI. “Tahun ini kita akan menggelar acara besar dengan Discovery Ancol. Mereka memfasilitasi pameran untuk para pelaku UMKM kita,” ungkap Ingrid antusias. Baginya, pameran bukanlah ajang promosi biasa. “Kegiatan ini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM. Selain akses permodalan, mereka memerlukan ruang untuk memasarkan produk secara mandiri. Di situlah peran kami,” tegasnya.

Acara yang direncanakan tak hanya berupa pameran produk. IPEMI akan menyelenggarakan rapat kerja nasional sebagai momentum evaluasi dan perencanaan program di usia organisasi yang genap 10 tahun. “Kita akan gelar di bulan April 2021, bertepatan dengan hari lahir IPEMI yang kebetulan sama dengan hari Kartini, 21 April 2019. Pas banget ya momennya,” ujar Ingrid dengan senyum bangga.

Bangga IPEMI Jadi Rujukan Lahirnya Organisasi Sejenis

Perkembangan IPEMI memang tak bisa dipandang sebelah mata. Dari segi keanggotaan, organisasi ini terus bertambah dengan progres yang selalu positif. Hal lain yang lebih membanggakan, IPEMI bahkan menginspirasi kelahiran organisasi-organisasi serupa.

“Berdasarkan informasi dari teman-teman, IPEMI malah menginspirasi mereka untuk membuat organisasi sejenis. Kami menyambut hal tersebut dengan positif dan sama sekali tidak merasa tersaingi. Kita justru bangga karena bisa menginspirasi perempuan-perempuan muslimah lainnya untuk memiliki wadah yang memberikan kebermanfaatan untuk masyarakat dan membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Fokus kita memang di pemberdayaan ekonomi perempuan, Alhamdulillah semakin meluas juga berdaya,” lanjutnya dengan penuh syukur.

Ingrid mengakui bahwa IPEMI berkembang bukan hanya dari sisi struktur organisasi, tetapi juga dari komitmen menjalankan program. “Teman-teman memiliki komitmen luar biasa. Program-program yang ditetapkan di Musyawarah Nasional benar-benar dijalankan. Saya selalu berkomunikasi dan konsolidasi ke daerah, melihat langsung aktivitas mereka di seluruh Indonesia, dan sungguh luar biasa membanggakan,” tuturnya.

Jangkauan IPEMI kini telah mencapai 36 provinsi dan 17 negara. “Sudah ada di Papua Barat, Pegunungan. Papua kan dibagi jadi empat, tinggal dua lagi yang belum. Alhamdulillah sudah meluas,” kata Ingrid. Pencapaian geografis ini membuktikan bahwa semangat pemberdayaan ekonomi perempuan muslimah telah bergema hingga pelosok negeri dan lintas benua.

Dorong Indonesia Jadi Kiblat Fashion Muslimah Dunia

Di luar kesibukan organisasi, Ingrid juga aktif mendukung industri kreatif lokal. Saat diwawancara, ia baru saja menjadi muse untuk fashion show Benang Jarum di event Indonesia Fashion Aesthetic 2026. “Saya langsung setujui karena ini bagian dari support terhadap brand lokal yang perlu kita dukung. Saya melihat perkembangan fashion muslim di Indonesia semakin menggeliat. Harapan saya, Indonesia menjadi pusat fashion muslimah di dunia. Selama ini kiblat fashion muslim masih ke Turki, Mesir, dan negara-negara lain. Harapan saya, next itu Indonesia yang jadi kiblatnya,” kata Ingrid penuh keyakinan.

Ia melihat event fashion muslim di Indonesia semakin bertambah dengan daya saing yang kuat. “Anak-anak muda sangat inovatif, perkembangannya sangat cepat. Setiap tahun ada brand baru yang bagus, tapi yang lama juga terus meningkatkan kualitas dan kreativitas. Progresnya luar biasa,” ujarnya.

Menjelang Ramadan, agenda Ingrid tak kalah padat. IPEMI akan mengawali bulan suci dengan pengajian dan kegiatan sosial di daerah Bekasi. “Ramadan tahun ini difokuskan pada kajian dan pendalaman nilai-nilai keagamaan, serta penghayatan dalam menjalankan ibadah puasa secara lebih mendalam. Diharapkan, setelah bulan suci berakhir, setiap individu dapat mengalami perubahan yang signifikan, khususnya dalam peningkatan kualitas spiritual,” jelasnya.

Namun Ingrid juga realistis dengan karakter anggota IPEMI. “Ibu-ibu kita kan pengusaha, orientasinya selain ibadah ya tetap berdagang. Jadi insya Allah akan ada kegiatan bazaar bekerja sama dengan beberapa mall dan institusi karena memang fokus kita di dunia usaha,” pungkasnya.

Keseimbangan antara spiritualitas dan aktivitas ekonomi itulah yang membuat IPEMI terus berkembang dengan cara yang membumi dan inspiratif. Di tangan para perempuan yang piawai menata doa sekaligus neraca usaha, IPEMI berharap dapat tumbuh sebagai ruang bertemu keyakinan, kerja keras, dan harapan yang terus bergerak maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *