Navaswara.com – The Grand Platinum Jakarta resmi memperkenalkan Rulvastina Randy sebagai General Manager baru hotel berbintang lima tersebut pada Jumat (5/2/2026). Sosok yang akrab disapa Tina ini hadir bukan sekadar membawa pengalaman panjang di industri perhotelan, tetapi juga kisah inspiratif tentang profesionalisme, kepemimpinan, dan kebanggaan menjadi perempuan Indonesia di panggung global.
Dengan latar belakang pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia hospitality, Tina dikenal sebagai salah satu perempuan Indonesia yang berhasil menembus batas-batas yang selama ini identik dengan dominasi ekspatriat. Ia bahkan pernah dipercaya memimpin hotel berbintang lima di Italia, sebuah pencapaian yang masih tergolong langka bagi profesional Indonesia, terlebih perempuan.
“Saya orang Indonesia, lahir di Indonesia, dan sampai hari ini masih di Indonesia. Dan mungkin akan selamanya di Indonesia,” ujar Tina di hadapan redaksi Navaswara. Pernyataan sederhana itu mencerminkan karakter kepemimpinan yang membumi sekaligus keyakinan kuat pada kemampuan anak bangsa.
Perjalanan karier Tina tidak dibangun secara instan. Ia mengawali langkahnya di industri perhotelan pada awal 1990-an, setelah sempat mencoba berbagai bidang pekerjaan. Dunia hospitality kemudian menjadi “rumah” profesional yang membawanya tumbuh dari posisi sales dan marketing hingga menduduki jabatan puncak sebagai General Manager di sejumlah hotel ternama.

Sebelum bergabung dengan The Grand Platinum Jakarta, Tina menjabat sebagai Cluster General Manager untuk tiga hotel di Yogyakarta di bawah jaringan Accor, mengelola hampir 700 kamar dengan tiga brand berbeda. Selama empat tahun, ia memimpin The Phoenix Hotel Yogyakarta, Grand Mercure Yogyakarta Adisucipto, dan Ibis Yogyakarta Adisucipto, sekaligus mencatatkan berbagai capaian kinerja dan transformasi layanan.
Pengalaman internasional menjadi bagian penting dari perjalanan profesional Tina. Ia pernah menjadi General Manager Indonesia pertama di sejumlah hotel yang sebelumnya selalu dipimpin oleh ekspatriat. Baginya, kepercayaan tersebut adalah bukti bahwa profesional Indonesia mampu bersaing dan diakui secara global. Menurutnya, kualitas sebuah hotel tidak ditentukan oleh kewarganegaraan pemimpinnya, melainkan oleh kompetensi, komitmen, dan kerja keras seluruh tim.
Memasuki babak baru di The Grand Platinum Jakarta, Tina membawa pendekatan kepemimpinan yang kolaboratif dan adaptif. Ia menilai industri perhotelan saat ini tidak hanya dituntut unggul dari sisi fasilitas, tetapi juga harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan publik melalui strategi digital. Media sosial, menurutnya, menjadi kanal penting untuk menjangkau pasar secara cepat dan relevan, tanpa meninggalkan peran media konvensional.
Namun di atas segalanya, Tina menegaskan bahwa kekuatan utama sebuah hotel terletak pada sumber daya manusia. Membangun tim dengan visi, nilai, dan budaya kerja yang sama menjadi prioritas utamanya. Ia menekankan pentingnya meninggalkan ego dan pengalaman masa lalu demi membangun identitas baru yang selaras dengan DNA The Grand Platinum Jakarta.

Bagi Tina, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk menggerakkan perubahan. Filosofinya sederhana namun tegas: perubahan harus dimulai sekarang, bukan nanti. Menurutnya, tidak ada waktu yang benar-benar sempurna selain keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam berproses.
Di luar pencapaiannya sebagai profesional, Tina juga dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan. Meski memiliki pengalaman hidup di luar negeri dan menikah dengan warga negara asing, ia tetap menanamkan kebanggaan sebagai orang Indonesia, termasuk kepada anak-anaknya. Ia percaya bahwa pengalaman global seharusnya memperkuat, bukan mengikis, rasa cinta pada tanah air.
Kepemimpinan Rulvastina Randy di The Grand Platinum Jakarta diharapkan membawa warna baru bagi industri perhotelan nasional. Kehadirannya menjadi simbol bahwa perempuan Indonesia mampu memimpin di level tertinggi, tanpa harus kehilangan identitas dan nilai-nilai yang diyakini.
Dengan semangat profesionalisme tanpa batas dan keyakinan pada potensi anak bangsa, Tina tidak hanya memulai tugas baru sebagai General Manager, tetapi juga melanjutkan perjalanannya sebagai inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya perempuan, untuk berani bermimpi dan berani mengambil peran di panggung global.

