Navaswara.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menegaskan bahwa perluasan akses pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran sebagai fondasi dalam membentuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi bagian penting dari agenda transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat mengunjungi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta, Rabu (14/10/2026), dalam rangka meninjau pelaksanaan Program Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT). Kunjungan ini turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK meninjau proses pembelajaran berbasis teknologi melalui penggunaan Papan Interaktif Digital (PID), mengunjungi perpustakaan, serta berdialog langsung dengan para siswa dan tenaga pendidik. Ia juga menerima paparan dari Kepala MAN 4 Jakarta, Wido Prayoga, mengenai berbagai prestasi sekolah, penerapan kurikulum terpadu yang menggabungkan kurikulum nasional dan kurikulum khas madrasah, hingga keberhasilan lulusan yang diterima di berbagai perguruan tinggi nasional maupun internasional.
“Sebuah kebanggaan bagi saya untuk bisa berada di sini dan menyaksikan bagaimana proses peningkatan kualitas pendidikan dilaksanakan di MAN 4 Jakarta,” ujar Sugiono.

Dalam dialog bersama para siswa, Sugiono mengapresiasi tingginya minat generasi muda terhadap bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya saing bangsa di masa depan.
“Keberhasilan sebuah negara sangat ditentukan oleh kemampuannya menguasai teknologi. Karena itu, semangat para siswa untuk mendalami bidang STEM merupakan modal besar bagi kemajuan Indonesia,” katanya.
Sugiono menjelaskan, Program Sekolah Unggul Garuda merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat mutu pendidikan nasional. Program tersebut dikembangkan melalui dua skema, yaitu Sekolah Garuda Transformasi, yang meningkatkan kualitas sekolah dan madrasah yang telah ada, serta Sekolah Garuda Baru, yang dibangun dari awal dengan konsep berasrama di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan.

Saat ini, sebanyak 51 sekolah dan madrasah telah menjadi bagian dari program tersebut, terdiri atas 47 Sekolah Unggul Garuda Transformasi dan 4 Sekolah Garuda Baru yang dikembangkan di Nusa Tenggara Timur, Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Utara.
Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 100 Sekolah Unggul Garuda pada tahun 2029, yang terdiri atas 80 sekolah transformasi dan 20 sekolah baru. Program ini diharapkan mampu memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas sekaligus melahirkan generasi muda yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai modal utama pembangunan nasional.

