Menko PMK Sugiono: Sekolah Nasional Terintegrasi Jadi Wadah Mencetak Talenta Unggul Indonesia

Navaswara.com – Pemerintah terus memperkuat transformasi pendidikan nasional melalui pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai wadah pembinaan generasi muda berprestasi dari seluruh Indonesia. Program ini diharapkan mampu menghadirkan pemerataan akses pendidikan berkualitas sekaligus melahirkan talenta-talenta unggul yang siap bersaing di tingkat global.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono saat meninjau pelaksanaan pendidikan di SNT 7 Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026).

Menurut Sugiono, gagasan pendirian SNT merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap anak Indonesia yang memiliki potensi dan prestasi memperoleh kesempatan belajar di lingkungan pendidikan terbaik, tanpa terhalang keterbatasan wilayah maupun akses.

“Cita-cita Bapak Presiden adalah menghadirkan pemerataan pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia sehingga menjadi wadah bagi anak-anak berprestasi dari berbagai penjuru negeri,” ujar Sugiono.

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo telah menginstruksikan pembangunan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh Indonesia. Dalam tiga tahun ke depan, pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki sedikitnya satu SNT sebagai pusat pengembangan talenta generasi muda.

“Presiden tidak ingin ada satu pun anak Indonesia yang memiliki potensi besar kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas hanya karena keterbatasan akses,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sugiono didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti serta Bupati Bogor Rudy Susmanto. Rombongan meninjau proses pembelajaran, laboratorium, hingga berbagai hasil karya siswa yang dikembangkan melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

SNT 7 Bogor sendiri mulai beroperasi pada 10 Agustus 2026 dengan jumlah 80 peserta didik yang terdiri atas 40 siswa jenjang SMP dan 40 siswa SMA. Proses pembelajaran didukung 15 tenaga pendamping dan menerapkan pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Sport) yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, seni, matematika, dan olahraga dalam satu ekosistem pembelajaran.

Selain melihat aktivitas belajar secara langsung, Menko PMK juga berdialog dengan para siswa mengenai pengalaman mereka selama mengikuti pendidikan di SNT. Bahkan, melalui konferensi daring, Sugiono menyapa sekitar 1.300 siswa dari 16 Sekolah Nasional Terintegrasi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, lingkungan belajar yang kondusif, kurikulum yang adaptif, dan metode pembelajaran yang tepat menjadi fondasi penting dalam mengembangkan potensi serta karakter peserta didik.

“Saya melihat anak-anak di SNT mampu mengembangkan seluruh potensi dan talenta yang mereka miliki sesuai dengan kurikulum yang telah disiapkan,” katanya.

Sugiono optimistis program SNT menjadi salah satu wujud nyata transformasi pendidikan nasional yang berorientasi pada pembangunan manusia unggul. Ia meyakini bahwa dengan kesempatan dan fasilitas yang tepat, generasi muda Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

“Saya yakin anak-anak Indonesia tidak kalah dengan anak-anak di negara lain. Mereka memiliki potensi yang sangat besar, dan pemerintah ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk meraih cita-citanya,” pungkas Sugiono.

Program Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada pengembangan talenta. Melalui program ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang unggul, inovatif, serta siap menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas.